Manfaat Tersembunyi Dari Wine Untuk Kesehatan Otak

Bagi anda penggemar wine, berbahagialah. Karna tak selalu buruk pada kesehatan, menurut penelitian dari ahli saraf menyebutkan bahwa minum wine ternyata bisa meningkatkan cara kerja otak. Inilah Manfaat Tersembunyi Dari Wine Untuk Kesehatan Otak.

Manfaat Tersembunyi Dari Wine Untuk Kesehatan Otak

Manfaat Tersembunyi Dari Wine Untuk Kesehatan Otak | Bagi penyuka minuman beralkohol, anda sudah pasti mengenal wina, ini adalah minuman fermentasi dari buah anggur dengan rasa khas, yang tidak bisa ditemukan pada minuman jenis lain.

Wine terbagi menjadi 2, yaitu red wine dan white wine. Perbedaan pada keduanya terletak pada proses fermentasi. Red wine difermentasikan bersamaan dengan kulit anggur, sedangkan white wine hanya menggunakan daging anggurnya saja (tanpa kulitnya.

Wine termasuk minuman yang memiliki kandungan gizi cukup baik. Meski demikian, minuman ini mengandung alkohol sekitar 14–20%. Ya, wine bisa merugikan kesehatan jika konsumsi dalam jumlah berlebihan. Sebaliknya, jika dikonsumsi dalam jumlah pas dan sesuai takaran, wine justru akan mendatangkan manfaat sehat, termasuk pada kesehatan otak. (Obat Flek Paru-Paru)

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Georgetown University Medical Center menunjukkan, wine menghentikan risiko perkembangan alzheimer. Ada senyawa yang disebut resveratrol yang meningkatkan kesehatan otak.

Studi lain juga mengatakan jika minum wine dapat mencegah risiko stroke. Penelitian ini terbukti ditunjukkan lewat hewan pengerat. Hewan yang diberi segelas wine dalam waktu seminggu dapat mengurangi gumpalan darah di otak.

Penelitian menunjukkan, 40 persen manusia juga dapat mencegah kerusakan otak. Uji klinis yang dibuktikan pada hewan pengerat, setidaknya juga berlaku bagi manusia.

Senyawa dalam wine merah itu juga menyehatkan sel-sel otak, daripada hewan pengerat yang tidak mendapatkan wine merah. Tidak hanya itu, minuman ini juga mampu menangkal radikal bebas karena mengandung antioksidan.

Namun, seperti yang disarankan, minum wine tidak lebih dari 4 gelas, demi menjaga kesehatan Anda yang lebih baik. Demikian dilansir Boldsky.

Baca Juga : Pria Perokok Ternyata Lebih Rentan Terkena Osteoporosis

| Manfaat Tersembunyi Dari Wine Untuk Kesehatan Otak |

Pria Perokok Ternyata Lebih Rentan Terkena Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan di bagian tulang seringkali diidentikkan dengan masalah perempuan, tapi sebuah penelitian terbaru justru membantahnya. Nyatanya osteoporosis lebih rentan pada pria, terutama pada mereka yang merokok. Menurut peneliti, Pria Perokok Ternyata Lebih Rentan Terkena Osteoporosis.

Pria Perokok Ternyata Lebih Rentan Terkena Osteoporosis

Pria Perokok Ternyata Lebih Rentan Terkena Osteoporosis | Bukan rahasia jika merokok bisa berdampak buruk bagi kesehata. Tak berhenti sampai situ, baru-baru ini telah dilakukan studi besar untuk orang-orang setengah baya hingga lansia yang merokok atau mantan perokok.

Dalam sebuah studi yang dilakukan National Jewis Health, para peneliti menemukan bahwa laki-laki lebih mungkin terkena osteoporosis dan fraktur tulang belakang daripada wanita. Riwayat merokok dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu faktor risiko terkait kepadatan tulang yang rendah dalam studi yang telah dipublikasikan secara online dalam jurnal Annals of American Thoracic Society.

Para peneliti, dari National Jewish Health dan lembaga lainnya, mengevaluasi 3.321 orang perokok dan mantan perokok yang berusia 45-80 tahun, yang mengonsumsi minimal 10 pak per tahunnya dari riwayat merokok menggunakan CT kuantitaif untuk menilai kepadatan tulang. (Cara Pesan Walatra Bersih Wanita)

Hasilnya, 11 persen dari peserta penelitian memiliki kepadatan tulang yang normal, 31 persen memiliki kepadatan tulang menengah, dan 58 persen memiliki kepadatan tulang yang rendah. Sementara itu, 55 persen laki-laki perokok memiliki kepadatan tulang yang rendah dan 60 persen dengan risiko patah tulang belakang.

Kepadatan tulang yang rendah meningkat pada orang-orang dengan PPOK, peningkatan menjadi 84 persen pada penderita PPOK berat dari kedua jenis kelamin. PPOK sendiri adalah penyebab kematian ketiga di Amerika Serikat dan sampai 49 persen populasi yang berumur diatas 45 tahun adalah perokok atau mantan perokok.

Dikutip dari ScienceDaily, peningkatan pengonsumsian pak rokok pertahun meningkatkan kemungkinan semakin rendahnya kepadatan tulang sebesar 0.4 persen. Peserta dengan kepadatan tulang yang normal memiliki rata-rata pengkonsumsian rokok 36 pak per tahun, sementara orang-orang dengan kepadatan tulang yang rendah memiliki riwayat rata-rata 46 pak per tahun.

Penggunaan CT scan untuk melihat beratnya penggunaan rokok yang berakibat kanker paru-paru dapat memberikan kesempatan untuk dilakukan skrining kepadatan tulang pada populasi berisiko tinggi,” kata Elizabeth Regan, MD, asisten profesor kedokteran di Jewish Health Nasional.

Baca Juga : Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia

| Pria Perokok Ternyata Lebih Rentan Terkena Osteoporosis |

Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia

Pada lansia biasanya akan mulai muncul berbagai penyakit, termasuk masalah gigi dan mulut. Lalu apa saja penyakit pada gigi dan mulut yang menyerang lansia? Mari Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia dengan menyimak informasi dibawah ini.

Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia

Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia | Usia lanjut atau kerap yang disebut pada lansia kerap kali dianggap oleh banyak orang sebagai masa dimana tubuh manusia menjadi lebih rentan terkena banyak penyakit. Banyak orang yang berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kesehatannya sehingga tidak akan mudah terkena penyakit berbahaya di usia lanjut. Banyak penyakit yang kerap diidentikkan dengan usia lanjut layaknya masalah jantung, tulang atau bahkan masalah saraf. Disamping tiga masalah kesehatan yang berbahaya tersebut, manusia lanjut usia juga memiliki risiko mendapatkan masalah pada kesehatan mulutnya. Berikut berbagai jenis masalah kesehatan mulut lansia :

  • Karies gigi

Merupakan masalah gigi yang paling umum dijumpai pada lansia. Faktor-faktor penyebabnya antara lain meningkatnya kebutuhan akan perawatan dan pemeliharaan kesehatan gigi, perubahan air ludah akibat faktor penuaan, pola makan yang tidak seimbang, terbukanya sebagian akar gigi akibat penurunan gusi dan juga akibat pemakaian obat-obatan yang menyebabkan mulut menjadi kering.

Perawatan karies gigi pada lansia dulu lebih banyak diatasi dengan pencabutan gigi dibanding dengan merawatnya. Akibatnya, lansia banyak mengalami kehilangan gigi di masa tuanya.

Sebenarnya prosedur yang paling baik dalam mengatasi masalah karies gigi pada lansia adalah dengan menghilangkan jaringan gigi yang terkena karies gigi. Selain itu juga menitikberatkan pada pemberian mineral fluoride pada gigi.

Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas hidup para pasien lansia dalam menjaga gigi asli mereka. Di samping itu juga untuk menghindari pemakaian gigi palsu, baik dengan jenis lepasan atau permanen, yang dalam bahasa medis disebut cekat.

  • Kehilangan gigi geligi

Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering muncul pada usia lansia umumnya adalah kehilangan gigi. Banyak wanita dan pria dengan usia lanjut terpaksa memakai gigi palsu, karena kehilangan gigi geligi mereka, baik yang hilang sebagian maupun seluruhnya.

Kehilangan gigi geligi sebaiknya segera diganti dengan gigi tiruan. Bila tidak, dapat berpengaruh terhadap fungsi pengunyahan dan estetik. Lambung pun akan mengalami kesulitan untuk mencerna makanan, sehingga lansia kurang mendapatkan nutrisi yang baik.

Penderita yang mengalami kehilangan gigi seluruhnya sudah pasti memakai gigi tiruan jenis lepasan. Bahan yang digunakan umumnya adalah akrilik. Sayangnya, pemakaian gigi palsu sering menimbulkan keluhan sariawan atau luka pada jaringan lunak.

Oleh karena itu, penting untuk para lansia selalu membersihkan gigi palsu dan melakukan kontrol secara rutin. Dengan demikian, masalah-masalah kesehatan lainnya dapat dihindari.

Pembuatan gigi palsu harus dilakukan oleh dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis prosthodonti. Meski dianggap lebih murah, namun hindari membuat gigi palsu di tukang gigi karena bahan yang digunakan tidak sama dengan yang digunakan oleh dokter gigi. Selain itu, alat-alat yang digunakan pun umumnya tidak higienis.

  • Periodontal (kerusakan gusi dan alveolar)

Penyakit pada jaringan penyangga gigi juga sering diderita oleh lansia. Penyakit ini disebut juga penyakit periodontal, di mana terjadi kerusakan pada jaringan lunak atau (gusi) dan jaringan pendukung gigi (tulang alveolar). Kerusakan ini disebabkan oleh penumpukan plak dan karang gigi. Akibatnya gusi mengalami peradangan, bengkak, dan berdarah –terutama saat menggosok gigi.

Selain itu, jaringan penyangga gigi juga bisa mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan gigi mudah tanggal. Jika tidak segera mendapatkan perawatan, penyakit ini dapat mengganggu fungsi kesehatan tubuh lainnya. (Obat Pengapuran Tulang)

  • Mulut kering (xerostomia)

Tak sedikit kaum lansia yang mengalami masalah pada berbagai organ tubuhnya. Kondisi ini membuat lansia harus mengonsumsi obat-obatan. Masalanya, beberapa obat-obat penyakit sistemik dapat mempengaruhi fungsi saliva. Kelenjar saliva ini berfungsi utama untuk memproduksi saliva yang berperan dalam mempertahankan kesehatan mulut. Pada lansia, kelenjar ini mengalami penurunan fungsi.

Hal tersebut membuat kemampuan saliva dalam membersihkan sisa-sisa makanan yang masuk ke dalam mulut menjadi berkurang. Akibatnya mulut menjadi kering atau dalam istilah medis disebut xerostomia.

Pencegahan terhadap gangguan ini harus segera dilakukan agar tidak memicu kehadiran penyakit lain. Beberapa penyakit yang terkait dengan kondisi ini antara lain munculnya karies, rusaknya jaringan pendukung gigi, dan juga bau mulut.

  • Kanker mulut

Merupakan jenis kanker terbanyak ke-8 di seluruh dunia, meliputi bibir, rongga mulut, dan nasofaring. Kanker mulut juga merupakan ancaman bagi orang dewasa dan lansia di negara maju maupun negara miskin. Angka kejadiannya lebih banyak terjadi pada kaum pria, dan kemungkinannya bisa meningkat dengan bertambahnya usia. Kanker mulut biasanya muncul pada usia sekitar 65 tahun.

Baca Juga : Tips Mencegah Sesak Napas Dan Asma Saat Olahraga

| Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia |

Tips Mencegah Sesak Napas Dan Asma Saat Olahraga

Banyak orang yang hidup dengan asma membatasi aktivitas terlalu berat untuk mencegah kambuhnya asma. Lalu bagaimana dengan olahraga? Jika anda salah satu penderita asma, olahraga boleh saja, dan inilah Tips Mencegah Sesak Napas Dan Asma Saat Olahraga.

Tips Mencegah Sesak Napas Dan Asma Saat Olahraga

Tips Mencegah Sesak Napas Dan Asma Saat Olahraga | Tak cuma debu atau alergi terhadap sesuatu, serangan asma bisa terjadi akibat olahraga. Ya, asma saat olahraga kerap kali terjadi dan tidak disangka-sangka. Meski begitu, sebenarnya olahraga bisa jadi salah satu pengobatan alternatif bagi orang dengan asma, supaya mengurangi gejalanya.

Bahkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal, membuktikan bahwa melakukan olahraga rutin selama 12 minggu dapat membuat gejala asma lebih terkontrol. Tentu saja, serangan asma saat olahraga bisa dicegah. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah asma saat olahraga, berikut diantaranya :

  • Kendalikan Asma Dengan Baik

Mungkin Anda sudah tahu jika asma adalah penyakit kambuhan yang tidak bisa disembuhkan. Walaupun begitu, Anda tetap bisa mencegah asma kambuh. Nah, supaya tak terjadi serangan asma saat olahraga, Anda harus memastikan bahwa penyakit ini terkendali dengan baik. Kendalikan penyakit asma yang Anda miliki dengan mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan dengan rutin. Ingat, beberapa obat memang disarankan untuk diminum rutin.

Nah, cara mencegah asma saat olahraga lainnya adalah dengan menghindari berbagai pemicunya. Ya, dari mulai debu, udara dingin, asap rokok, hingga polusi udara. Alih-alih melakukan olahraga di luar ruangan yang dingin, berdebu, dan penuh dengan polusi, Anda bisa berolahraga di dalam ruangan. Jangan lupa untuk memastikan bahwa ruangan yang Anda pakai untuk olahraga bersih dari debu dan udaranya cukup bersih.

  • Tutp Mulut & Hidung Saat Olahraga Di Cuaca Dingin

Ingat, asma dapat kumat bila Anda menghirup udara yang dingin dan kering. Menutup mulut dan hidung akan Anda menghalangi udara dingin untuk masuk ke saluran napas. Anda dapat menggunakan selendang atau masker. Trik ini akan menjaga udara di sekitar mulut dan hidung Anda tetap hangat dan lembab.

  • Jangan Lupa Pemanasan

Banyak yang menyepelekan pemanasan sebelum olahraga. Padahal pemanasan ditujukan untuk membuat tubuh siap dan tidak kaget ketika berolahraga. Hal ini penting dilakukan oleh siapapun, termasuk Anda yang memiliki penyakit asma. Pasalnya, pemanasan adalah salah satu cara mencegah asma saat olahraga. Dimulai dari jalan perlahan kemudian dilanjutkan dengan lari-lari kecil selama 30 detik dan istirahat 60 detik. Anda bisa melakukan hal ini 2-3 kali. Pemanasan sebelum olahraga bisa dilakukan selama 5-10 menit, tergantung dengan kondisi tubuh masing-masing. (Walatra Bersih Wanita)

  • Pilih Jenis Olahraga Yang Sesuai

Supaya asma tidak kambuh saat olahraga, pilih jenis olahraga yang sesuai, yaitu yang tidak membuat Anda terengah-engah. Beberapa olahraga membuat Anda bernapas lebih cepat dibandingkan olahraga lainnya, contohnya lari jarak jauh, basket, dan sepakbola. Semakin cepat napas Anda, maka kemungkinan asma kambuh pun semakin tinggi. Sementara itu, olahraga yang aman bagi Anda seperti sprint, baseball, voli, angkat beban, gulat, golf, voli, dan yoga. Jenis olahraga tersebut berlangsung singkat sehingga Anda tidak perlu terlalu sering mengambil napas dan memberikan Anda kesempatan untuk mengatur napas.

  • Biasakan Menarik Napas Lewat Hidung Saat Olahraga

Pada umumnya, ketika berolahraga, orang-orang sering kali menarik napas melalui mulut. Memang, menarik napas dengan mulut akan menarik jumlah udara yang lebih banyak dibandingkan menarik napas lewat hidung. Namun berbeda dengan hidung, mulut tidak memiliki rambut-rambut dan rongga sinus seperti hidung yang membantu menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk. Dengan membiasakan menarik napas lewat hidung, Anda akan menjaga udara yang terhirup tetap hangat dan lembab sehingga Anda terhindar dari kumatnya asma.

  • Lakukan Persiapan Sebelumnya

Meski Anda bisa mencegah asma saat olahraga, sebaiknya tetap siapkan nebulizer dan inhaler ketika Anda berolahraga. Bila Anda takut untuk memulai olahraga karena asma yang Anda miliki, lebih baik konsultasi dan diskusikan hal ini pada dokter.

Baca Juga : Makanan Yang Dapat Menurunkan Kadar Testosteron Pria

| Tips Mencegah Sesak Napas Dan Asma Saat Olahraga |

Makanan Yang Dapat Menurunkan Kadar Testosteron Pria

Mungkin sebagian besar dari Anda hanya mengetahui makanan apa saja yang dapat meningkatkan kadar hormon testosteron. Padahal sebaiknya Anda juga perlu mengetahui makanan yang dapat menurunkan kadar hormon testosteron agar gairah seks Anda tidak menurun. Ini dia Makanan Yang Dapat Menurunkan Kadar Testosteron Pria.

Makanan Yang Dapat Menurunkan Kadar Testosteron Pria

Makanan Yang Dapat Menurunkan Kadar Testosteron Pria | Makanan juga dapat menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan. Termasuk mengancam produksi hormon seksual. Karenanya makanan tertentu harus dihindari agar kehidupan seks tetap berjalan lancar. Testosteron merupakan satu hormon penting dalam kehidupan seksual. Umumnya disekresi dalam testis laki-laki dan indung telur perempuan. Produksi hormon seks ini bisa juga terganggu karena makanan. Berikut beberapa jenis makanan yang harus dihindari jika ingin kadar testosteron tetap berkualitas :

  • Minyak Sayur

Minyak canola, jagung, kelapa sawit, serta jenis minyak sayur lainnya memang digadang-gadang mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang masuk dalam kategori sumber lemak sehat. Namun di sisi lain, sebuah penelitian yang dimuat dalam Nutrition and Cancer Journal menunjukkan bahwa penggunaan minyak sayur lambat laun dapat menurunkan kadar testosteron pria. Meski begitu, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk lebih memastikan efek dari minyak sayur terhadap tingkat testosteron dalam tubuh pria, tentunya dalam populasi yang lebih besar.

  • Biji Rami

Biji rami adalah salah satu anggota dari keluarga biji-bijian yang yang kaya akan lemak sehat, serat, dan berbagai vitamin serta mineral penting. Biji rami mungkin jadi makanan yang disarankan untuk pria dengan kanker prostat yang harus menurunkan kadar hormon androgen, seperti testosteron, dalam tubuhnya.

Namun bagi pria dengan kadar testosteron normal, makan biji rami dalam jumlah berlebih bisa berdampak terhadap penurunan jumlah testosteron. Ini karena biji rami mengandung senyawa lignan yang mampu mengikat testosteron hingga kemudian mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Dibuktikan oleh sebuah penelitian di tahun 2007 dari Current Topics in Nutraceutical Research, bahwa rutin mengonsumsi suplemen biji rami mampu menurunkan kadar hormon testosteron pada wanita dengan PCOS, yang mengalami kadar testosteron berlebih.

  • Teh Herbal Mint

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Phytotherapy Research, menemukan bahwa wanita yang mengidap PCOS akan mengalami penurunan kadar testosteron yang signifikan jika minum teh herbal mint secara teratur. Wanita dengan PCOS umumnya memiliki masalah serius akibat sedikitnya produksi hormon estrogen dan progesteron, tapi tinggi hormon androgen (hormon seks pria). Akhirnya, justru mengganggu sistem reproduksi wanita. (Walatra Bersih Wanita)

Sementara pada pria, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa bila “hobi” menikmati teh rasa mint. Khususnya spearmint dan peppermint, yakni dua jenis tanaman mint yang telah terbukti punya dampak langsung pada kadar testosteron tubuh.

  • Makanan Olahan

Makanan olahan telah diproses sedemikian rupa dengan diberi tambahan natrium, kalori, serta gula, yang semakin memperkaya cita rasanya. Itu sebabnya, sebagian besar orang tidak dapat menolak godaan makanan yang satu ini. Namun sayang, makanan olahan merupakan salah satu sumber lemak trans tinggi yang kerap kali dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas.

Tidak hanya itu, sekelompok ilmuwan dari European Society of Human Reproduction and Embryology, ternyata menemukan fakta baru bahwa sering mengonsumsi lemak trans bisa berujung pada berkurangnya kadar testosteron dalam tubuh pria. Bahkan, volume testis pria akan ikut menurun yang diiringi dengan berkurangnya produksi sperma. Lama-lama, kondisi ini dapat memicu penurunan fungsi testis.

  • Akar licorice (akar manis)

Akar licorice adalah bahan dasar yang biasanya digunakan sebagai pemanis permen dan minuman. Akar licorice termasuk tanaman herbal yang sering dicampur bersama akar astragalus dalam penggunaannya, dan diyakini ampuh untuk mengobati penyakit kronis. Meski begitu, beberapa penelitian mendapatkan hasil bahwa akar licorice bisa berpengaruh terhadap kadar testosteron. Terjadi sekitar 26 persen penurunan hormon testosteron dalam tubuh setelah rutin mengonnsumsi akar licorice selama satu minggu.

Baca Juga : Terlalu Sering Makan Camilan Pedas Bisa Merusak Kantong Empedu

| Makanan Yang Dapat Menurunkan Kadar Testosteron Pria |

Terlalu Sering Makan Camilan Pedas Bisa Merusak Kantong Empedu

Bagi anda pecinta makanan pedas tentu sudah kebal dengan sensasi panas yang meledak-ledak di mulut. Meskipun tampak tidak berbahaya, bukan berarti anda bisa makan snack pedas sepuasanya. Pasalnya, ternyata Terlalu Sering Makan Camilan Pedas Bisa Merusak Kantong Empedu. Simak penjelasannya dibawah ini.

Terlalu Sering Makan Camilan Pedas Bisa Merusak Kantong Empedu

Terlalu Sering Makan Camilan Pedas Bisa Merusak Kantong Empedu | Snack alias makanan ringan dengan rasa pedas terkadang membuat beberapa orang jadi ketagihan. Ini karena zat kimia dalam cabai yang disebut dengan capsaicin dapat memicu sekresi endorfin, hormon yang dapat meredakan stres dan memicu rasa bahagia. Maka tak heran jika setelah makan makanan pedas, Anda bisa jadi lebih rileks dan justru ketagihan untuk menyantapnya lagi dan lagi.

Namun, sekuat apa pun tubuh Anda dengan rasa pedas pada camilan, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya setiap hari, apalagi dalam jumlah yang banyak. Hati-hati, kebanyakan makan camilan pedas ternyata dapat merusak kantong empedu.

Sebagai contoh, dalam sebuah kasus yang diungkap oleh Live Science, seorang remaja dari Amerika Serikat bernama Rene Craighead sampai harus menjalani operasi kantung empedu gara-gara hobi mengonsumsi camilan super pedas. (Walatra Bersih Wanita)

Sebagai informasi, kantung empedu adalah sebuah organ yang berukuran kecil dekat dengan liver kita. Fungsi dari organ ini adalah melepaskan empedu ke usus demi mencerna lemak yang kita konsumsi. Menurut dr. Sabrena Noria dari Ohio State University Wexner Medical Center, tatkala kita mengonsumsi makanan sangat pedas, maka makanan ini akan segera diolah di lambung dan usus tanpa melewati kantung empedu, namun, organ ini akan mengalami peradangan akibat sensasi pedas dan tingginya kadar lemak pada camilan ini.

Semakin banyak lemak yang masuk, semakin keras kinerja kantung empedu demi menghasilkan empedu yang dipakai untuk memetabolisme lemak. Ditambah dengan sensasi panas yang luar biasa, maka organ yang bekerja dengan terlalu keras ini bisa saja mengalami kerusakan.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak sembarangan dalam mengonsumsi camilan super pedas atau makanan berminyak agar tidak mengalami masalah pencernaan, termasuk kerusakan kantung empedu.

Baca Juga : Sering Ngantuk Di Siang Hari Bisa Jadi Tanda Penyakit Alzheimer

| Terlalu Sering Makan Camilan Pedas Bisa Merusak Kantong Empedu |

Sering Ngantuk Di Siang Hari Bisa Jadi Tanda Penyakit Alzheimer

Bagi anda yang sering mengantuk secara berlebihan di siang hari, ada baiknya hati-hati. Pasalnya sebuah penelitian mengaitkan hubungan antara mengantuk di siang hari dengan penyakit Alzheimer. Mereka menyebut Sering Ngantuk Di Siang Hari Bisa Jadi Tanda Penyakit Alzheimer.Sering Ngantuk Di Siang Hari Bisa Jadi Tanda Penyakit Alzheimer

Sering Ngantuk Di Siang Hari Bisa Jadi Tanda Penyakit Alzheimer | Seiring dengan bertambahnya usia, Anda sangat mungkin mengalami penurunan fungsi otak, salah satunya alzheimer. Seseorang yang mengalami gangguan tersebut umumnya akan mengalami penurunan daya ingat. Peneliti menyebutkan, mengantuk di siang hari bisa menjadi tanda seseorang mengalami alzheimer.

Dilansir dari Health, baru-baru ini, ilmuwan menemukan beberapa perilaku yang berhubungan dengan risiko alzheimer. Studi terbaru yang diterbitkan pada jurnal JAMA Neurology menemukan, mengantuk di siang hari merupakan salah satu indikator alzheimer. (Obat Infeksi Ginjal)

Menanggapi hal tersebut, Profesor Radiologi di Mayo Clinic, Prashanthi Vemuri melakukan penelitian terkait kebiasaan tidur pada 283 orang tanpa demensia yang berumur di atas 70 tahun. Dari penelitian tersebut, sebanyak 22 persen orang mengantuk di siang hari.

Lalu, Vemuri melakukan pemindaian otak pada semua responden penelitiannya. Dari proses pemindaian otak tersebut, dia menemukan orang yang melaporkan dirinya mengantuk di siang hari mengalami peningkatan amiloid di dua bagian otak, yaitu cingulate anterior dan cingulate precuneus. Biasanya, tingkat amiloid tinggi di dua bagian ini ditemui pada orang dengan alzheimer.

Meski demikian, Vemuri mengakui belum ada jawaban yang pasti apakah masalah tidur berkontribusi terhadap peningkatan amiloid. Dia hanya menyarankan untuk terus meningkatkan kualitas tidur guna menjaga kesehatan otak.

Saya berharap orang-orang mengerti kebiasaan tidur yang baik penting agar memiliki otak yang sehat, karena hal ini dapat mencegah peningkatan amiloid, yang berkontribusi terhadap penyakit alzheimer,” ujar Vemuri, mengutip dari Health.

Penyakit alzheimer bisa disebabkan oleh dua faktor, yakni genetis dan biologis, yang terkait dengan penuaan.

Beberapa peneliti telah mempelajari apakah memperbaiki kebiasaan tidur seseorang dapat berdampak pada penumpukan amiloid. Namun demikian, penelitian tersebut hanya dapat dilakukan pada mereka yang berusia antara 40 hingga 50. Pada usia ini, orang umumnya mengalami penumpukan amiloid. Oleh sebab itu, jika Anda tidak ingin mengalami penyakit alzheimer, sebaiknya biasakan untuk mencapai kualitas tidur yang baik di malam hari.

Baca Juga : Pekerja Kantoran Ternyata Lebih Rentan Kena Penyakit Diabetes

| Sering Ngantuk Di Siang Hari Bisa Jadi Tanda Penyakit Alzheimer |

Pekerja Kantoran Ternyata Lebih Rentan Kena Penyakit Diabetes

Aktivitas padat dan pekerjaan kantor yang cukup banyak biasanya akan menyita banyak waktu. Secara tidak langsung, hal ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena beberapa penyakit. Dan tahukah anda, Pekerja Kantoran Ternyata Lebih Rentan Kena Penyakit Diabetes.

Pekerja Kantoran Ternyata Lebih Rentan Kena Penyakit Diabetes

Pekerja Kantoran Ternyata Lebih Rentan Kena Penyakit Diabetes | Para pekerja kantoran lebih diprediksi mudah mengalami penyakit. Salah satunya yakni rentan menderita diabetes yang mengancam kesehatannya. Menurut Johanes Purwoto, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pekerjaan kantor dan gaya hidup yang kurang sehat sangat mungkin menjadi faktor pencetus diabetes melitus. Lebih lengkap, beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya diabetes pada pekerja, antara lain :

  • Waktu olahraga yang kurang

Karena kesibukan pekerjaan, seseorang menjadi tidak sempat untuk melakukan olahraga. Padahal olahraga rutinlah yang bisa menjaga tubuh dari risiko dibetes melitus. Salah satu cara untuk menyiasati hal ini adalah dengan berolahraga ringan di sela-sela waktu kerja secara rutin dan meluangkan waktu selama 15 menit untuk berolahraga sebelum berangkat bekerja.

  • Tidak mengatur pola makan

Saat seseorang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, biasanya mereka cenderung lupa makan atau memundurkan waktu makan hingga pekerjaannya selesai. Waktu makan yang tidak teratur bisa membuat seseorang merasa lapar di jam makan berikutnya dan cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Akibatnya, hal yang terjadi secara terus menerus ini, bisa memicu terjadinya diabetes melitus. (Walatra Spirulina Kapsul)

  • Konsumsi makanan tidak sehat

Orang yang terlalu sibuk dengan pekerjaanya cenderung memilih jenis makanan yang kurang sehat. Hal ini terjadi karena waktu yang terlalu sempit untuk makan. Sehingga pilihannya lebih banyak jatuh pada makanan cepat saji yang rendah serat, tinggi kalori, dan tinggi lemak. Makanan yang terlalu manis dan berlemak ini bisa membuat kadar glukosa menumpuk di dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko obesitas. Dalam jangka panjang, resistensi insulin bisa terjadi dan memicu terjadinya diabetes melitus tipe 2.

  • Stres

Stres dalam pekerjaan bisa memengaruhi hormon kortisol yang meningkatkan kadar glukosa darah. Akibatnya pankreas bereaksi lebih keras untuk menghadapi hormon yang meningkatkan gula darah tersebut dan insulin pun kesulitan dalam mengelola gula darah.

  • Jam tidur kurang

Dalam sehari setidaknya Anda perlu tidur selama tujuh hingga delapan jam. Tidur yang berkualitas berguna untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan mengelola stres. Jam tidur yang kurang juga dapat membuat seseorang tergiur untuk mengonsumsi makanan manis, yang dapat meningkatkan risiko diabetes.

Baca Juga : Diet Ala Mediterania Ternyata Bantu Turunkan Risiko Stroke

| Pekerja Kantoran Ternyata Lebih Rentan Kena Penyakit Diabetes |

Diet Ala Mediterania Ternyata Bantu Turunkan Risiko Stroke

Jika Anda menyukai buah-buahan dan sayur segar serta ingin menurunkan risiko stroke, ada baiknya Anda mulai menerapkan diet ala Mediterania. Karena sebuah penelitian menyebutkan bahwa Diet Ala Mediterania Ternyata Bantu Turunkan Risiko Stroke.

Diet Ala Mediterania Ternyata Bantu Turunkan Risiko Stroke

Diet Ala Mediterania Ternyata Bantu Turunkan Risiko Stroke | Diet Mediterania kembali mendapat perhatian karena dampaknya yang bagus untuk penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kacang-kacangan dan minyak zaitun dalam menu Mediterania sangat efektif menjaga jantung tetap sehat.

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 7000 orang yang rentan terserang penyakit jantung dan stroke memberikan hasil bagus. Terbukti diet mediterania lebih efektif menurunkan risiko penyakit mereka dibandingkan dengan diet rendah karbohidrat.

Studi yang diterbitkan secara online di The New England Journal of Medicine ini melibatkan sekelompok wanita dan pria usia 55 sampai 80 tahun. Mereka secara acak menjalani diet rendah karbohidrat atau satu dari dua variasi diet Mediterania: Satu kelompok mengonsumsi diet kaya extra-virgin olive oil (lebih dari 60 ml per hari) dan lainnya mengonsumsi banyak kacang-kacangan (lebih dari 29 ml walnut, almond, dan hazelnut per hari).

Diet Mediterania menganjurkan lebih banyak mengonsumsi sayuran segar, minyak olive, ikan, biji-bijian, kacang, buah, dan sayuran. Selain itu, dianjurkan mengurangi konsumsi produk susu dan makanan olahan.

Studi yang dibiayai oleh pemerintahan spanyol ini memastikan setiap kelompok partisipan mendapatkan sesi olahraga teratur. Para peneliti juga memeriksa jumlah konsumsi minyak zaitun dan kacang-kacangan dengan tes laboratorium. Satu hal yang tidak dibatasi oleh para peneliti adalah jumlah kalori atau target saat sesi olahraga. (Obat Infeksi Telinga)

Studi ini lebih awal dihentikan setelah para partisipan dipantau pola makanannya selama 4,8 tahun. Karena manfaat dari diet mediterania sudah terlihat jelas. Secara keseluruhan, orang yang mengonsumsi diet kaya minyak zaitun dan kacang-kacangan mempunyai 30 persen risiko lebih rendah terkena serangan jantung dan stroke.

Diet Mediterania menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida sementara meningkatkan pelindungan terhadap kolesterol baik. Hal ini juga membantu kemampuan tubuh untuk memproses gula yang masuk ke dalam tubuh.

Sebagian besar partisipan sebelumnya banyak mengkonsumsi obat-obatan untuk kolesterol dan tekanan darah tinggi. Para peneliti tidak merubah perawatan itu, tetapi sebagai langkah pertama untuk mencegah masalah jantung, diet sehat lebih baik daripada obat-obatan. Karena hanya memiliki sedikit efek samping,”kata pemimpin penelitian Dr. Ramon Estruch dari Hospital Clinic di Barcelona, Spanyol kepada Fox News.

Baca Juga : Bagian Tubuh Yang Berpotensi Cepat Rusak Akibat Rokok

| Diet Ala Mediterania Ternyata Bantu Turunkan Risiko Stroke |

Bagian Tubuh Yang Berpotensi Cepat Rusak Akibat Rokok

Perokok memiliki resiko lebih tinggi merusak bagian tubuh termasuk otak yang menjadi lebih rentan terhadap stroke, pembekuan darah, penglihatan kabur, dan masih banyak lagi. Ketahui mana saja Bagian Tubuh Yang Berpotensi Cepat Rusak Akibat Rokok.

Bagian Tubuh Yang Berpotensi Cepat Rusak Akibat Rokok

Bagian Tubuh Yang Berpotensi Cepat Rusak Akibat Rokok | Dampak merokok yang langsung dirasakan yaitu batuk, tubuh bau asap rokok, hingga dinding rumah yang kekuningan karena terlalu sering terpapar asap rokok. Namun, sebenarnya konsekuensi yang paling besar dari merokok adalah kerusakan organ dalam. Meski paling mematikan, konsekuensi ini sering tidak disadari.

Saat mengisap rokok, ada sekitar 7.000 zat karsinogen yang masuk ke dalam tubuh, mulai dari tenggorokan hingga ke organ-organ terkecil yang mungkin belum terpikir sebelumnya. Faktanya, merokok merupakan penyebab banyak kematian yang sebenarnya bisa dicegah. Berikut organ yang paling rusak karena merokok.

  • Mulut & Tenggorokan

Racun rokok dapat menimbulkan kerusakan serius pada jaringan mulut dan tenggorokan. Bau mulut, gigi menguning, gusi menghitam, dan lidah yang jadi tidak peka terhadap rasa adalah beberapa efek yang paling umum cepat terjadi pada mulut akibat merokok.

Dalam jangka panjang, merokok dapat membuat Anda berisiko tinggi terkena macam-macam kanker oral, termasuk kanker mulut, kanker lidah, kanker kerongkongan, dan kanker tenggorokan. Lebih dari 93% kasus kanker tenggorokan disebabkan oleh kebiasaan merokok.

  • Paru

Rokok adalah musuh bagi paru Anda. Paru yang seharusnya mendapatkan udara bersih, malah dikotori oleh asap rokok sehingga fungsinya jadi terganggu. Awalnya, rokok akan menyebabkan Anda cepat kehabisan napas dan batuk kering terus-menerus yang pada akhirnya mengeluarkan dahak. Dalam jangka panjang, paru-paru Anda berpotensi besar untuk mengalami PPOK seperti pneumonia, bronkitis, atau emfisema akibat merokok.

  • Kulit

Merokok sebabkan penuaan dini pada kulit. Perokok aktif bahkan umumnya tampak lebih tua daripada orang lain yang berusia sepantar karena memiliki rona wajah yang tidak segar dan jauh lebih kusam keabuan. Kulit perokok aktif juga lebih cepat mengalami kulit mengendur dan berkerut, terutama di sekitar mata dan bibir. Ini karena kulit tidak mendapatkan cukup oksigen akibat merokok. Anda tentu tidak mau terlihat seperti sudah berusia 50 tahun, padahal masih usia kepala dua, kan?

  • Otak

Zat kimia akan melemahkan pembuluh darah di otak dan menyebabkan pembengkakan (aneurisma otak) sehingga meningkatkan risiko Anda terkena stroke sebesar 50 persen. Kondisi ini sangat serius karena pembuluh darah otak yang bengkak tersebut bisa pecah kapan saja. (Obat Infeksi Telinga)

  • Jantung

Berbagai racun dalam asap rokok seperti nikotin dan karbon monoksida akan ikut mengalir dalam darah dan kembali ke jantung. Merokok memicu penggumpalan darah dan merusak jaringan pembuluh darah jantung (arteri koroner). Kerusakan ini akan menyebabkan penurunan fungsi jantung secara bertahap untuk memompa darah dengan baik. Pada akhirnya, masalah pada fungsi jantung akan membuat Anda berpotensi besar mengalami berbagai penyakit jantung.

  • Tulang & Sendi

Tulang adalah organ tubuh yang paling kuat, tapi lama-lama bisa melemah dan rusak akibat merokok. Racun rokok menyebabkan peradangan pada tulang dan sendi. Kerusakan ini membuat erokok sangat rentan terserang osteoporosis dan rematik, bahkan sejak usia muda.

Baca Juga : Dampak Kebanyakan Minum Kopi Terhadap Tubuh Wanita

| Bagian Tubuh Yang Berpotensi Cepat Rusak Akibat Rokok |

1 2 3 4 29