Meski Menyenangkan, Kunyah Permen Karet Bisa Bikin Sakit Kepala

Suka mengunyah permen karet dan sering mengalami migrain? Kebiasaan tersebut bisa jadi berhubungan. Sebuah penelitian menyebutkan, Meski Menyenangkan, Kunyah Permen Karet Bisa Bikin Sakit Kepala.

Meski Menyenangkan, Kunyah Permen Karet Bisa Bikin Sakit Kepala

Meski Menyenangkan, Kunyah Permen Karet Bisa Bikin Sakit Kepala | Terdapat penelitian yang mengungkap bahwa mengunyah permen karet bisa membantu seseorang berpikir lebih fokus. Tak hanya itu, mengunyah permen karet dianggap memiliki banyak manfaat termasuk bisa memperkuat rahang. Namun, sebuah penelitian di Tel Aviv University justru mengungkap sebaliknya.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatric Neurology ini mengungkap bahwa terlalu banyak mengunyah permen karet bisa menyebabkan sakit kepala pada orang dewasa, seperti dilansir oleh The Atlantic.

Hasil ini ditemukan peneliti setelah mengamati 30 orang dewasa yang memiliki sakit kepala kronis. Para partisipan mengaku bahwa mereka sering mengunyah permen karet sehari-hari. Partisipan kemudian dibagi menjadi beberapa kategori bergantung pada waktu yang mereka habiskan untuk mengunyah permen karet. (Obat Sering Buang Air Kecil)

Partisipan kemudian diminta untuk menghentikan kebiasaan mereka mengunyah permen karet. Sekitar 87 persen pasien menjelaskan bahwa mereka tak lagi mengalami sakit kepala setelah menghentikan kebiasaan mengunyah permen karet. Selain itu 20 persen partisipan yang kembali melakukan kebiasaan mengunyah permen karet mengaku kembali merasakan sakit kepala.

Lantas, apa yang menyebabkan sakit kepala saat mengunyah permen karet. Peneliti berpendapat bahwa hal ini bisa disebabkan oleh kadar aspartame pada permen karet yang bisa menyebabkan sakit kepala. Sementara itu, pendapat lainnya adalah bahwa terlalu banyak mengunyah permen karet bisa memperberat kinerja persendian pada rahang yang memicu sakit kepala.

Penelitian ini masih tergolong kecil dan peneliti akan melakukan penelitian ulang dalam skala yang lebih besar untuk menunjukkan efek mengunyah permen karet secara jelas. Mengunyah permen karet aman-aman saja selama tidak berlebihan.

Baca Juga : Terlalu Sering Pakai Sandal Jepit Ternyata Bisa Berbahaya

| Meski Menyenangkan, Kunyah Permen Karet Bisa Bikin Sakit Kepala |

Terlalu Sering Pakai Sandal Jepit Ternyata Bisa Berbahaya

Sendal jepit sudah menjadi favorit semua orang di Indonesia. Sendal jepit mudah dan nyaman untuk dipakai. Namun tahukah anda, Terlalu Sering Pakai Sandal Jepit Ternyata Bisa Berbahaya. Simak penjelasannya dibawah ini.

Terlalu Sering Pakai Sandal Jepit Ternyata Bisa Berbahaya

Terlalu Sering Pakai Sandal Jepit Ternyata Bisa Berbahaya | Banyak orang senang menggunakan sandal jepit, mungkin termasuk Anda. Praktis dan lebih santai mungkin menjadi salah satu alasan sandal jepit banyak digunakan orang. Tapi, seorang ahli memperingatka bahwa memakai sandal jepit bisa menyebabkan kerusakan pada kaki. Berikut bahaya akibat terlalu sering pakai sandal jepit :

  • Kaki gampang terkilir

Terbiasa pakai sandal jepit untuk sekadar ke warung depan kompleks atau merawat taman rumah bisa membuat kaki gampang pegal hingga bahkan terkilir atau keseleo.

Pasalnya, sol sendal jepit yang rata tidak mendukung lengkungan kaki alami Anda. Ini akan menyebabkan bagian depan kaki Anda refleks mencengkeram ke tengah tubuh daripada tetap lurus supaya posisi sendal tetap mantap selama dipakai bejalan.

Lama kelamaan, Anda lebih mungkin untuk mengalami keseleo karena pergelangan kaki cenderung memutar ke dalam atau keluar, kata Eunice Ramsey-Parker, DPM, MPH, profesor kedokteran podiatrik dari New York, dilansir dari Reader’s Digest.

  • Tumit dan telapak kaki sakit

Sol sandal jepit yang rata juga lama-lama bisa membuat tumit sakit. Ketika tumit tidak disangga dengan alas kaki yang tepat, urat-urat tendon telapak kaki Anda akan tertarik dan menyebabkan peradangan. Peradangan inilah yang membuat tumit terasa sakit bahkan ketika Anda menapakkan kaki di lantai.

Selain tumit, telapak kaki atas juga rentan nyeri dan membengkak akibat keseringan pakai sandal jepit yang bersol rata.

Untuk meredakan rasa sakitnya, Anda bisa minum obat antinyeri seperti ibuprofen dan mengurangi pakai sendal jepit. Ganti dengan memakai alas kaki yang bisa menunjang struktur telapak kaki alami Anda. Jika rasa sakitnya tidak kunjung hilang, dokter dapat menganjurkan Anda ikut terapi fisik atau mendapatkan suntik kortison. (Obat Mata Ptosis)

  • Rentan terluka

Sol sandal jepit yang umumnya terbuat dari karet lama-lama bisa aus menipis. Sol yang tipis memudahkan obyek-obyek tajam menembus dan menusuk telapak kaki.

Alas telapak sendal jepit juga biasanya lebih licin, sehingga gesekan dan kelembapan dari air atau keringat bisa menyebabkan lecet pada tumit atau ujung-ujung jari.

  • Berisiko alami kecelakaan saat nyetir mobil

Sandal jepit bukan alas kaki yang ideal untuk digunakan menyetir mobil atau kendaraan lainnya. Sol sendal yang licin rentan membuat Anda terpleset saat ingin menginjak pedal gas atau rem, atau tidak benar-benar mantap menginjak pedal. Keteledoran ini sangat berisiko tinggi membuat Anda terlibat dalam kecelakaan lalu lintas

  • Mengubah postur tubuh dan gaya jalan Anda

Dalam sebuah penelitian tahun 2008, para peneliti dari Universitas Auburn menemukan bahwa memakai sandal jepit benar-benar bisa mengubah gaya dan postur berjalan manusia. Perubahannya bahkan bisa permanen.

Sol sandal yang datar dan tidak mengikuti lekuk alami kaki lama-lama membuat telapak kaki cenderung rata. Pasalnya, kaki akan refleks mendarat pada bagian tengah atau depan — di mana terdapat lengkungan telapak kaki.

Lengkungan yang ada pada telapak kaki Anda berfungsi untuk menyeimbangkan tubuh ketika Anda bergerak. Telapak kaki yang rata berisiko untuk menyebabkan nyeri dan sakit pada otot-otot kaki, yang bisa menjalar hingga pinggul dan pinggang. Ini karena tulang belakang tubuh yang mencoba menahan badan agar tetap tegak ketika Anda berdiri dan berjalan. Bila Anda belakangan ini sering mengeluhkan nyeri punggung, bisa jadi akibat Anda terlalu lama memakai sandal jepit.

Baca Juga : Waspada, Masalah Gusi Bisa Berujung Pada Disfungsi Ereksi

| Terlalu Sering Pakai Sandal Jepit Ternyata Bisa Berbahaya |

Waspada, Masalah Gusi Bisa Berujung Pada Disfungsi Ereksi

Setiap pria dewasa pasti mengharapkan memiliki performa seks termasuk ereksi yang optimal. Namun, bila tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut, kemungkinan penis meraih ereksi optimal jadi sulit. Untuk itu, Waspada, Masalah Gusi Bisa Berujung Pada Disfungsi Ereksi.

Waspada, Masalah Gusi Bisa Berujung Pada Disfungsi Ereksi

Waspada, Masalah Gusi Bisa Berujung Pada Disfungsi Ereksi | Rajin merawat kebersihan gigi dan mulut bukan hanya akan menghasilkan gigi dan senyum menawan. Lebih dari itu, kondisi gigi ternyata juga memengaruhi kualitas ereksi seorang pria. Menurut penelitian terbaru, kesehatan gigi dan mulut yang buruk akan menyebabkan seorang pria sulit mendapatkan ereksi.

Dalam studi di Taiwan tersebut, pria dengan masalah disfungsi ereksi 79 persen cenderung didiagnosis mengalami penyakit periodontal kronis daripada pria tanpa disfungsi ereksi.

Penyakit periodontal kronis merupakan infeksi pada gusi dan jaringan penyangga gusi sehingga terbentuk semacam kantong nanah di gusi. Peradangan kronis ini dapat merusak sel-sel endotel yang membentuk lapisan di seluruh pembuluh darah, termasuk yang berada di penis.

Kerusakan endotel dapat mengakibatkan aliran darah terganggu, sehingga membuat Anda lemas di tempat tidur,” papar Larry Lipshultz, penasihat urologi untuk Men’s Health.

Karena pembuluh darah menuju penis sekitar 25 persen dari yang menuju pembuluh koroner, disfungsi ereksi seringkali menjadi peringatan dini adanya gangguan jantung dan masalah pembuluh darah.

Para peneliti menyarankan, pencabutan gigi akan mengurangi disfungsi ereksi dengan cara menghilangkan peradangannya. Namun ini sebenarnya merupakan pilihan terakhir, khususnya di Amerika Serikat. Pada umumnya dokter gigi lebih suka mempertahankan gigi dengan cara melakukan perawatan infeksi. (Obat Pereda Nyeri Saat Haid)

Bila penyakit ini diketahui di gejala awal, pengobatannya dapat sederhana seperti pembersihan mendalam oleh dokter gigi.

Jika ini ditemukan sudah dalam tahap lanjut, Anda mungkin membutuhkan operasi gusi untuk mengecilkan lubang dan mengembalikan tulang yang hilang,” ujar Sally J. Cram, penasihat konsumen untuk American Dental Association (ADA).

Walau penyakit telah bisa dikendalikan, disarankan untuk melakukan pembersihan gigi lebih rutin. Misalnya tiap tiga bulan sekali membersihkan karang gigi, bukan lagi enam bulan sekali. Orang yang pernah menderita penyakit periodontal biasanya penyakitnya sering kambuh lagi.

Segera periksa ke dokter gigi bila mengalami kondisi gusi memerah, gusi berdarah ketika menyikat gigi, bau mulut, gigi goyang, dan gusi tampak surut,” terang Cram.

Hal baiknya, penyakit periodontal hampir seluruhnya dapat dicegah dengan cara yang sama seperti menjaga kesehatan gigi pada umumnya. Sikat gigi dua kali sehari, bersihkan dengan benang gigi, serta memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Baca Juga : Wanita Yang Sering Lembur Rentan Kena Penyakit Diabetes

| Waspada, Masalah Gusi Bisa Berujung Pada Disfungsi Ereksi |

Wanita Yang Sering Lembur Rentan Kena Penyakit Diabetes

Sering lembur kerja berdampak pada kesehatan seseorang. Mulai dari meningkatkan tingkat stres hingga memperbesar aneka penyakit kronis. Dan baru-baru ini penelitian menyebutkan bahwa Wanita Yang Sering Lembur Rentan Kena Penyakit Diabetes.

Wanita Yang Sering Lembur Rentan Kena Penyakit Diabetes

Wanita Yang Sering Lembur Rentan Kena Penyakit Diabetes | Tumpukan pekerjaan terkadang memaksa orang untuk bekerja lembur di kantor. Namun ternyata wanita yang sering bekerja lembur dapat meningkatkan risiko terserang diabetes. Seperti dilansir WTOP, sebuah jurnal bertajuk “The British Medical Journal Diabetes Research and Care Monday” menyebutkan bahwa wanita yang sering lembur bekerja dapat meningkatkan risiko diabetes.

Mengambil subjek penelitian 7.000 laki-laki dan perempuan usia 35 sampai 74 tahun dengan jumlah jam kerja yang berbeda setiap minggunya, penelitian tersebut menemukan bahwa 1 dari 10 orang dalam penelitian tersebut menderita diabetes. Rata-rata yang terkena diabetes adalah partisipan laki-laki, telah berumur dan mengalami obesitas. (Obat Nyeri Saat Haid)

Namun ada satu fakta mengejutkan dalam penelitian tersebut. Meski dalam penelitian ditemukan bahwa wanita menjadi partisipan yang paling sedikit mengidap diabetes, wanita yang bekerja lebih dari 45 jam per minggu alias lembur memiliki risiko 62 persen lebih tinggi terkena diabetes disbanding yang tidak lembur.

Kemudian, mengapa wanita yang kerja lembur memiliki peningkatan risiko diabetes yang lebih tinggi? Kepala penelitian tersebut, Dr. Mahee Gilbert-Ouimet, mengatakan bahwa pada laki-laki yang bekerja lembur memiliki angka peningkatan risiko yang lebih rendah dari wanita. Hal ini disebabkan wanita yang sering bekerja lembur masih harus melakukan banyak tugas lagi ketika sampai di rumah.

Wanita pekerja rata-rata masih harus mengurus keperluan rumah tangga dan tugas lain setelah bekerja lembur. Inilah yang membedakan efek dari pria dan wanita yang bekerja lembur. Selain itu, hormon stres juga berpengaruh pada pengontrolan gula darah,” terang Gilbert-Ouimet.

Oleh karenanya, perempuan disarankan untuk menjalani pola hidup sehat seperti istirahat yang cukup, tidak merokok, pola makan sehat dan seimbang sebagai langkah agar tubuh tetap dalam kondisi prima meski pekerjaan memaksa untuk berlama-lama di kantor.

Baca Juga : Manfaat Sehat Mengkonsumsi Makanan Yang Pahit

| Wanita Yang Sering Lembur Rentan Kena Penyakit Diabetes |

Manfaat Sehat Mengkonsumsi Makanan Yang Pahit

Makanan dengan cita rasa pahit seperti pare, daun pepaya dan kale kerap dihindari banyak orang. Padahal di balik rasa pahit tersebut, makanan ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Inilah Manfaat Sehat Mengkonsumsi Makanan Yang Pahit.

Manfaat Sehat Mengkonsumsi Makanan Yang Pahit

Manfaat Sehat Mengkonsumsi Makanan Yang Pahit | Kebanayakan orang tidak menyadari kalau makanan pahit yang dikonsumsi bertindak sebagai pembersih alami bagi tubuh seperti menghilangkan racun. Kenyataannya, kita cenderung menyingkirkan rasa pahit dan tergantikan asupan yang lebih menggoda seperti gula dan garam.

Makanan pahit tertentu dapat membantu meningkatkan cairan pencernaan yang mendukung pencernaan makanan. Semakin baik makanan dicerna, maka semakin banyak nutrisi yang diserap oleh tubuh sehingga semakin bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut ini manfaat konsumsi makanan pahit :

  • Membantu pencernaan

Mengonsumsi makanan pahit bisa membantu memproduksi enzim pencernaan dalam tubuh.

  • Melawan radikal bebas

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makanan pahit termasuk cokelat hitam bisa melawan radikal bebas dalam tubuh. Dengan begitu Anda bisa terhindar dari kanker hingga penyakit saraf. (Obat Pereda Nyeri Haid)

  • Kaya vitamin dan mineral

Makanan pahit menyimpan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti vitamin C, K, dan A, serta mineral seperti magnesium, kalsium, dan kalium. Tak hanya itu, sayuran pahit juga kaya serat, dan folat, rendah sodium dan lemak.

  • Mengusir racun di hati

Mengusir racun dalam hati bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan pahit. Anda bisa memilih sayuran kale yang mengandung fitonutrien yang bisa membantu hati melakukan tugasnya sebagai penyeimbang hormon, menjaga kadar kolesterol, dan mengeluarkan racun dari darah.

  • Mengurangi kecanduan gula

Kecanduan gula atau rasa manis bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius. Seperti diabetes. Untuk mencegah hal tersebut, bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan dengan rasa yang pahit.

Baca Juga : Tinggal Di Dataran Tinggi Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Tulang

| Manfaat Sehat Mengkonsumsi Makanan Yang Pahit |

Tinggal Di Dataran Tinggi Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Tulang

Lingkungan tempat tinggal seseorang ternyata memiliki pengaruh pada pertumbuhan tulang. Sebuah studi menyebutkan bahwa Tinggal Di Dataran Tinggi Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Tulang.

Tinggal Di Dataran Tinggi Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Tulang

Tinggal Di Dataran Tinggi Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Tulang | Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tinggal di dataran tinggi bisa menghambat pertumbuhan tulang di mana orang yang tinggal di dataran tinggi lebih cenderung memiliki lengan bagian bawah yang relatif lebih pendek. Namun ini tidak berpengaruh pada panjang lengan bagian atas yang sama dengan mereka yang tinggal di dataran rendah.

Dilansir dari Indian Express, hal ini disebabkan karena dataran tinggi memiliki kadar oksigen yang lebih rendah sehingga dapat menghambat efisiensi konversi makanan menjadi energi pada tubuh. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang diubah menjadi energi untuk tumbuh kembang. Di dataran tinggi, pasokan makanan juga lebih sedikit karena tanaman sulit tumbuh.

Temuan menunjukkan bahwa tubuh manusia memprioritaskan beberapa anggota tubuh agar dapatkan nutrisi dan energi. Sebaliknya, ada juga yang dikorbankan (umumnya lengan bawah) sehingga kekurangan pasokan dan tak tumbuh dengan baik,” ujar Stephanie Payne peneliti dari Universitas Cambridge.

Baca Juga : Obat Penghilang Jerawat

Tubuh dapat memprioritaskan pertumbuhan penuh tangan karena itu penting untuk ketangkasan manual, sementara panjang lengan atas sangat penting untuk kekuatan,” tambahnya.

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis lebih dari 250 responden yang termasuk dalam populasi Sherpa Himalaya. Peneliti membandingkan data tersebut dengan kelompok Tibet yang secara genetis mirip dan hidup di dataran rendah Nepal. Namun para peneliti masih belum yakin mekanisme biologis di baliknya. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science.

Baca Juga : Hati-Hati, Terus-Terusan Menatap Gawai Bikin Wajah Cepat Tua

| Tinggal Di Dataran Tinggi Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Tulang |

Hati-Hati, Terus-Terusan Menatap Gawai Bikin Wajah Cepat Tua

Apakah anda salah satu dari sekian banyak orang yang ketergantungan terhadap ponsel? Jika iya maka Hati-Hati, Terus-Terusan Menatap Gawai Bikin Wajah Cepat Tua dan anda akan terlihat lebih tua daripada usia sebenarnya.

Hati-Hati, Terus-Terusan Menatap Gawai Bikin Wajah Cepat Tua

Hati-Hati, Terus-Terusan Menatap Gawai Bikin Wajah Cepat Tua | Terlalu lama menatap ponsel bisa menyebabkan kondisi kesehatan yang disebut tech neck (leher kaku). Kelamaaan bermain gawai juga disebut-sebut buruk bagi kesehatan mental. Dan kini terungkap kerugian lain akibat terlalu lama terpapar cahaya biru dari layar gawai yakni penuaan dini.

Studi terbaru dari US National Library of Medicine mengungkap, paparan cahaya biru high energy visible (HEV) dari gawai dalam waktu lama bisa mempercepat penuaan. Simtomnya tampak dari munculnya hiperpigmentasi, keriput, serta garis wajah yang semakin nyata. (Obat Pembersih Sisa Janin)

Sebagai manusia modern, tentu tak mungkin menghindari teknologi bukan? Lantas adakah cara mengatasi dampak buruk penuaan dini akibat paparan gawai yang telalu lama?

Cara Mencegah Penuaan Dini Akibat Gawai

Cara pertama tentu dengan membatasi durasi penggunaan gawai. Cara kedua dengan menggunakan tabir surya yang tak hanya melindungi kulit dari UVA dan UVB, melainkan juga yang bisa menghambat paparan cahaya HEV. Beberapa produk tabir surya telah dilengkapi dengan hal itu, melansir laman Purewow, Jumat (29/6/2018).

Trik lainnya, ubah mode ponsel menjadi “night mode” agar cahaya biru menjadi cahaya kuning ketika kamu bermain ponsel di tempat tidur. Ini tak hanya membantu melindungi kulit agar tak mengalamin penuaan dini, melainkan juga menjaga mata agar tetap sehat. Jika cara itu dirasa masih kurang, lapisi layar gawaimu dengan pelapis khusus yang bisa menghambat paparan sinar biru.

Baca Juga : Seorang Pramugari Ternyata Lebih Berisiko Terkena Kanker

| Hati-Hati, Terus-Terusan Menatap Gawai Bikin Wajah Cepat Tua |

Seorang Pramugari Ternyata Lebih Berisiko Terkena Kanker

Berkawan dengan pesawat dan sering melakukan perjalanan dengan pesawat memang terlihat menyenangkan. Namun dibalik semua kesenangan itu, ada risiko tak terbayangkan yaitu kanker. Penelitian menyebutkan bahwa Seorang Pramugari Ternyata Lebih Berisiko Terkena Kanker.

Seorang Pramugari Ternyata Lebih Berisiko Terkena Kanker

Seorang Pramugari Ternyata Lebih Berisiko Terkena Kanker | Sebuah studi terkini menyebut bahwa kru penerbangan seperti pramugari lebih berisiko terkena kanker dibandingkan orang dengan profesi lainnya. Jenis kanker yang berisiko diderita pramugari meliputi kanker payudara, kanker serviks, kanker kulit, kanker tiroid hingga kanker di saluran cerna.

Menurut ketua penelitian dari Harvard Univesity Irina Mordukhovich, risiko kanker meningkat lantaran para kru kabin terpapar banyak karsinogen, senyawa yang memicu kanker, di lingkungan kerja mereka.

Kepada Live Science Mordukhovich mengatakan salah satu karsinogen itu adalah radiasi pengion kosmik yang meningkat saat berada di ketinggian. Jenis radiasi ini dianggap sangat merusak DNA dan dikenal sebagai penyebab kanker payudara dan kanker kulit nonmelanoma. (Obat Nyeri Sendi Herbal)

Menurut Mordukhovich, awak kabin ini menerima dosis radiasi pengion yang paling tinggi selama setahun dibandingkan para pekerja lain di AS.

Selain itu, para awak kabin juga terkena radiasi UV lebih banyak daripada populasi umum. Murdokhovich juga mengatakan bahan kimia lain yang dapat ditemui di pesawat termasuk kebocoran mesin dan pestisida yang mengandung banyak senyawa yang dapat mengganggu hormon dan meningkatkan risiko jenis kanker.

Pada penelitian yang baru saja di jurnal Environmental Health ini (25/6), peneliti melihat data lebih dari 5.300 awak kabin dari berbagai maskapai penerbangan yang menyelesaikan survei online sebagai bagian dari Harvard Filght Health Study.

Para peneliti lalu menganalisis tingkat kanker pada awak kabin tersebut dan dibandingkan dengan sekitar 2.700 orang yang memiliki pendapatan dan status pendidikan yang sama, namun tak berprofesi sebagai awak kabin.

Hasilnya, peneliti menemukan peneliti menemukan bahwa, tingkat kanker payudara pada pramugari sekitar 50 persen lebih tinggi daripada pada wanita dari populasi umum. Sedangkan, tingkat kanker kulit melanoma dua kali lebih tinggi dan kanker kulit nonmelanoma empat kali lebih tinggi pada pramugari dibanding wanita dari populasi umum.

Sementara pada awak kabin laki-laki, tingkat kanker 50 persen lebih tinggi untuk melanoma dan 10 persen lebih tinggi untuk nonmelanoma dibandingkan populasi umum. Meskipun penelitian ini hanya mencakup awak kabin, Mordukhovich mengatakan risiko kanker juga tinggi terhadap pilot dan orang yang kerap terbang sebagai penumpang.

Baca Juga : Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah

| Seorang Pramugari Ternyata Lebih Berisiko Terkena Kanker |

Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah

Sakit perut biasanya selalu menjadi indikasi bahwa sistem pencernaan sedang dalam masalah. Padahal bukan hanya itu, Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah.

Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah

Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah | Sering sakit-sakitan? Kulit gatal, atau mood tidak stabil? Walau pun banyak yang bisa jadi penyebabnya, tetapi ketidakseimbangan flora di usus bisa jadi pemicunya.

Saluran cerna kita merupakan rumah bagi lebih dari 100 triliun bakteri. Meski sebagian besar dari bakteri itu membuat tubuh sehat, tetapi sisanya bersifat toksik. Karena itu jika jumlah bakteri yang toksik itu lebih banyak, berbagai gangguan kesehatan pun muncul. Berikut ini adalah beberapa gejala gangguan pencernaan yang tidak melulu diakibatkan sakit perut:

  • Cegukan

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, cegukan sering dipercaya sebagai tanda seorang anak akan bertambah tinggi dan besar. Ada pula yang meyakini bahwa cegukan merupakan tanda bahwa diri Anda sedang dirindukan seseorang. Hal-hal tersebut tidak tepat.

Pada sebagian besar kasus, cegukan merupakan hal yang wajar terjadi akibat adanya rangsangan saraf di bawah paru. Namun, bila cegukan berlangsung selama lebih dari satu jam atau cegukan sangat sering berulang, maka ini saatnya Anda harus waspada karena bisa jadi pencernaan Anda bermasalah.

Gangguan pencernaan yang sering ditandai dengan cegukan berkepanjangan adalah penyakit refluks gastroesofageal (PRGE), yaitu penyakit yang ditandai oleh kelemahan otot di kerongkongan bagian bawah, sehingga menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan mulut. Selain PRGE, cegukan yang sulit berhenti juga bisa jadi pertanda kanker saluran pencernaan.

  • Sembelit

Keluhan sembelit ditandai dengan jarangnya buang air besar dan konsistensi feses yang sangat keras. Penyebab tersering dari sembelit adalah karena gaya hidup seperti kurangnya konsumsi serat, kurang minum air putih, atau bisa juga karena terlalu banyak duduk. Meski demikian, sembelit juga bisa menjadi tanda adanya penyakit sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS).

IBS merupakan gangguan pencernaan yang dicetuskan oleh stres. Penderitanya sering mengalami sembelit dan sakit secara berulang. Umumnya, setelah penderitanya berhasil buang air besar, sakit perutnya perlahan akan menghilang.

Jika sembelit terjadi pada orang tua, kemungkinan adanya kanker usus besar juga perlu dipertimbangkan. Apalagi jika sembelit disertai gejala penurunan berat badan, dan bentuk feses kecil-kecil dan keras seperti kotoran kambing.

Jika sembelit terjadi pada bayi, kemungkinan adanya penyakit hirschsprung, yaitu penyakit bawaan yang ditandai dengan gangguan saraf di usus. (Obat Gangguan Pendengaran)

  • Sering kentut

Kentut merupakan proses normal di dalam saluran pencernaan sebagai mekanisme tubuh dalam mengeluarkan udara yang terlalu banyak di saluran pencernaan. Namun, jika frekuensi kentut terlalu sering, atau disertai dengan bau yang sangat tidak sedap, hal ini bisa merupakan tanda infeksi saluran pencernaan.

Infeksi saluran cerna tersebut bisa disebabkan oleh bakteri atau parasit. Selain itu, jika kentut terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu, kentut dapat merupakan pertanda intoleransi makanan tertentu (ada zat dalam makanan tersebut yang tidak mampu dicerna tubuh).

  • Feses berwarna hitam

Jangan anggap sepele jika saat Anda buang air besar, feses yang keluar berwarna hitam dengan konsistensi lembek atau encer. Kondisi ini menandakan bahwa ada perdarahan pada saluran pencernaan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, dan penanganan tenaga medis di rumah sakit.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna. Satu hal yang tersering adalah adanya luka di lambung, pecahnya pembuluh darah di kerongkongan akibat penyakit hati, atau tumor di saluran pencernaan.

  • Mata kuning

Mata kuning menandakan terlalu banyaknya bilirubin (pigmen air empedu berwarna kuning kemerahan yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah oleh hati) di dalam darah. Bilirubin merupakan zat yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah, kemudian menjalani proses di hati dan saluran empedu. Bilirubin tersebut nantinya akan dialirkan ke usus dan dibuang bersama feses. Adanya mata kuning menunjukkan proses metabolisme bilirubin tidak berjalan baik. Penyebabnya bisa karena gangguan pada hati atau saluran empedu, yang merupakan bagian dari saluran pencernaan.

Baca Juga : Penderita Diabetes Disarankan Selalu Memakai Alas Kaki

| Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah |

Penderita Diabetes Disarankan Selalu Memakai Alas Kaki

Bagi pasien diabetes, luka sekecil apapun dibagian kaki akan sulit sembuh dan sering menjadi infeksi. Oleh karena itu Penderita Diabetes Disarankan Selalu Memakai Alas Kaki.

Penderita Diabetes Disarankan Selalu Memakai Alas Kaki

Penderita Diabetes Disarankan Selalu Memakai Alas Kaki | Banyak sekali penderita diabetes yang mengeluhkan banyak sekali perubahan yang harus dilakukan dalam hidupnya. Dalam realitanya, para penderita diabetes memang harus melakukan perubahan gaya hidup agar menjadi lebih sehat dan harus lebih banyak berhati-hati dalam melakukan berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari mengingat andai penderita diabetes mengalami luka kecil, maka luka ini beresiko sulit untuk disembuhkan dan menyebabkan infeksi. Salah satu cara paling mudah untuk menghindari luka bagi para penderita diabetes adalah dengan selalu memakai alas kaki.

Menurut pakar kesehatan dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, dr. Wismandari Wisnu, para penderita diabetes memang harus memakai alas kaki setiap waktu, baik itu saat mereka berada di luar rumah maupun di dalam rumah. Meskipun di dalam rumah terlihat aman, namun tentu saja akan ada potensi yang menyebabkan luka sehingga alas kaki pun tetap harus dipakai. (Obat Gendang Telinga Pecah)

Menurut dokter Wismandari, penderita diabetes memiliki kencenderungan tidak akan menyadari telah terjadi luka pada tubuhnya mengingat mereka cenderung tidak terlalu merasakan sakit saat ada luka yang muncul. Hal ini terjadi karena penderita diabetes bisa mengalami gangguan persarafan yang merupakan salah satu komplikasi yang disebabkan oleh diabetes. Dr. Wismandari bahkan berujar bahwa beliau pernah menemukan pasien diabetes yang kukunya lepas namun tidak menyadarinya hingga dua hari dan lukanya sudah terlihat sangat parah dan terinfeksi.

Andai penderita diabetes mendapati luka pada tubuhnya, dr. Wismandari menyarankan untuk segera mencuci luka ini dengan air mengalir dan kemudian tekan dengan kain kasa dan segera ditutup. Andai luka ini sulit untuk mengering, mau tidak mau penderita diabetes harus memeriksakan kondisi ini ke dokter. Untuk mencegah munculnya luka, selain memakai alas kaki dengan ukuran yang pas dengan kaki, disarankan bagi penderita diabetes untuk tidak menggunting kukunya terlalu pendek.

Baca Juga : Penyebab Berat Badan Sulit Turun Meski Sudah Rajin Olahraga

| Penderita Diabetes Disarankan Selalu Memakai Alas Kaki |

1 2 3 4 5 25