Inilah Akibatnya Jika Anda Menonton Televisi Terlalu Lama

Terkadang menonton televisi bisa menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat. Akan tetapi pernahkan kita menyadari kalau menonton televisi terlalu lama sangatlah berbahaya bagi kesehatan. Inilah Akibatnya Jika Anda Menonton Televisi Terlalu Lama

Inilah Akibatnya Jika Anda Menonton Televisi Terlalu Lama

Inilah Akibatnya Jika Anda Menonton Televisi Terlalu Lama | Menonton televisi (TV) bisa jadi sumber hiburan dan informasi bagi seseorang yang ingin mengisi waktu luang. Namun demikian hati-hati agar jangan sampai terjebak menjadi kebiasaan berjam-jam menonton TV.

Alasannya karena kebiasaan yang seperti itu bisa dibilang termasuk gaya hidup malas (sedentari) dan menurut para ahli bisa berdampak buruk pada kesehatan. Studi-studi khususnya telah melihat apa saja yang bisa diakibatkan oleh kebiasaan menonton TV terlalu lama.

Akibat Kelamaan Nonton TV

  • Risiko sakit jantung

Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkat risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 % dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9 %. Ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari empat jam memiliki 80 % peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

  • Anak lambat belajar bicara

Sebuah penelitian mengungkapkan sekitar 1 dari 4 anak laki-laki dan 1 dari 7 anak perempuan memiliki masalah dalam hal kemampuan berbicaranya. Dan diperkirakan sekitar 4 persen dari jumlah anak yang berusia 3 tahun belum bisa berbicara.

Keterlambatan anak berbicara ini turut dipengaruhi oleh faktor keluarga yang sering mengajaknya menonton TV secara terus menerus. Kebisingan dari suara TV membuat anak kecil sulit memahami bahasa orang dewasa di sekitarnya.

  • Gangguan tidur

Terlalu sering menonton TV dapatmengurangi kadarhormon melatonin di otak yang dapat mempengaruhiritmealami tubuhsehingga membuat Andaterjaga lebih lama, tidurtidak teraturdan lelah.Berkurangnyalevelmelatoninjuga kerapdikaitkan denganpubertas dinipada anak perempuan.

  • Pengaruhi psikis anak

Para peneliti di American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa adegan kekerasan yang ada di dalam video game, acara televisi, maupun film, memiliki kaitan erat dengan perilaku dan pikiran agresif, serta emosi pada anak-anak.

Adegan kekerasan meskipun hanya buatan dan bukan sungguh-sungguh terjadi, sebenarnya cukup traumatis bagi anak-anak tanpa memandang usia. Tanpa disadari hal ini bisa berdampak langsung, misalnya pada peningkatan frekuensi mimpi buruk, gangguan tidur serta kecemasan pada anak,” ujar Dr Dimitri Christakis, dari Seattle Children’s Research Institute.

  • Penggumpalan darah di paru

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Circulation tersebut, seseorang yang menonton TV lebih dari 5 jam sehari punya risiko 2,5 kali lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat penggumpalan darah di paru. Di kalangan dokter, kondisi ini disebut pulmonary embolism.

Pulmonary embolism atau embolisme paru bisa sangat mematikan karena menyumbat aliran darah. Jika pembuluh darah yang tersumbat pembuluh yang menuju jantung, maka dampaknya adalah kegagalan fungsi jantung.

Faktor pendorong terjadinya penggumpalan ini diduga karena duduk terlalu lama. Oleh karena itu dr Hiroyasu Iso selaku pemimpin studi menganjurkan seseorang agar rutin melakukan peregangan setiap satu jam menonton TV.

  • Diabetes

Sebuah studi pada perempuan yang diterbitkan Journal of American Medical Association tahun 2003 menunjukkan, risiko diabetes meningkat sebesar 14 % pada mereka yang menonton TV selama 2 dalam sehari. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 40 jam seminggu, 3 kali lebih berisiko menderita diabetes tipe 2 daripada pria yang menonton TV kurang dari 1 jam setiap minggunya.

  • Obesitas

Menonton televisi terlampau sering membuat otot Anda tidak bergerak. Jika otot-otot Anda tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.

  • Attention Deficit Disorder (ADD)

ADD adalah gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat impulsif yang tidak sesuai pada umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukkan sifat hiperaktif. Penelitian di University of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% berisiko memiliki masalah gangguan perhatian pada usia 7 tahun dibandingkan anak-anak tidak menonton televisi.

  • Peningkatan risiko asma

Di Inggris,sebuah penelitianmempelajarikebiasaan menontonTVlebih dari3.000 anak-anakmulai usiabayisampai 11 tahun.Hasilpenelitianmembuktikan bahwaanak-anakyang menghabiskan2jam atau lebihmenonton televisiper hari, dua kali lebih berisikomenderitaasma.

  • Mindless eating

Banyak orang tidak sadar, bahwa ketika menonton televisi Anda memiliki kesempatan lebih banyak makan dibandingkan saat melakukan kegiatan lain.

  • Memberi efek negatif pada mental

MenontonTV untukjangka waktu lamamemiliki efeknegatif padaperkembangan intelektual anak.American Academy ofPediatricsmelaranganak-anak dibawah 2 tahun untuk menonton TV danmerekomendasikanpada anak usia diatas 2 tahun untuk tidak menonton TV lebihdari duajam sehari.

  • Sakit mata

Menonton televisiterlalu banyakburuk bagimata Anda,terutama ketikamenonton televisidi ruangan gelap.Memfokuskanmata Andaterlalu lamapada salahsatu objekdapat membuat mata Anda tegang.

  • Perilaku agresif

Anak-anak kecil lebih mungkin untuk menunjukkan perilaku agresif setelah melihat acara TV atau film kekerasan. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia 3 tahun menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering menonton TV, secara langsung atau pun tidak, akan berisiko untuk memamerkan perilaku agresif.

  • ┬áKurang sosialisasi

Terlalu sering menonton televisidapat mengurangiinteraksi sosialAnda dengan teman dan keluarga.Hal ini dapat menyebabkan berbagaifobiasosial.

Baca Juga : Lebih Bahaya Kelebihan Gula Atau Kelebihan Garam?

Nah itulah Akibatnya Jika Anda Menonton Televisi Terlalu Lama. Mulai sekarang janganlah anda membiasakan diri untuk menonton tv selama berjam-jam. Sekian dan semoga bermanfaat.

| Inilah Akibatnya Jika Anda Menonton Televisi Terlalu Lama |