Mitos Kanker Payudara Yang Harus Stop Anda Percaya

Mitos-mitos kesehatan seringkali menimbulkan pemahaman yang keliru pada banyak orang. Akibatnya bisa fatal apabila mitos yang beredar mengenai penyakit serius, salah satunya kanker payudara. Informasi keliru soal penanganan penyakit berbahaya ini bisa memicu penanganan yang salah apabila sampai dipercaya dan ditelan mentah-mentah, baik oleh penderita maupun orang lain. Nah dibawah ini sudah kami uraikan mengenai Mitos Kanker Payudara Yang Harus Stop Anda Percaya, karena tentu tidak benar.

Mitos Kanker Payudara Yang Harus Stop Anda PercayaMengungkap Fakta Diibalik Mitos Seputar Kanker Payudara

Mitos Kanker Payudara Yang Harus Stop Anda Percaya | Mitos yang berlawanan dengan fakta aslinya menyebabkan kesalahpahaman diantara masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, para peneliti melakukan serangkaian penelitian untuk membuktikan kebenaran informasi yang beredar, apakah itu hanya sekedar mitos yang menyebabkan kesalahpahaman, atau itu sebenarnya merupakan teori tersebut. Apa saja mitos kanker payudara dan apakah sudah pasti benar? berikut diantaranya :

  • Kanker Payudara Hanya Terjadi pada Wanita

Pria pun bisa terkena kanker payudara, meskipun potensinya 100 kali lebih rendah dibandingkan wanita. Pria memiliki risiko mengidap kanker payudara sebesar 0,1 persen, sementara wanita 12,5 persen. Namun diagnosa kanker payudara pada pria biasanya baru diketahui ketika sudah dalam tahap stadium lanjut. Jadi ada baiknya jika pria pun mulai mengamati perubahan-perubahan pada payudaranya dan memeriksakan ke dokter agar penanganannya lebih mudah.

  • Kanker Payudara Hanya Dialami Wanita Paruh Baya

Kanker payudara tidak memandang usia, penyakit ini bisa menyerang wanita usia muda maupun tua. Dikutip dari Women’s Health, sekitar 12.880 wanita berusia di bawah 40 tahun di Amerika Serikat, terdiagnosa kanker payudara di 2015. Di Indonesia sendiri, salah satu cancer survivor bernama Tria mengaku terdiagnosa kanker payudara di usia 24 tahun, sementara Hening, terkena kanker di usia 29 tahun.

  • Jika Timbul Benjolan, Sudah Pasti Kanker Payudara

Tidak semua benjolan adalah gejala kanker payudara. Tanda-tanda kanker payudara bisa bervariasi. Selain benjolan, kanker payudara biasanya juga ditandai dengan puting yang melesak ke dalam, bengkak, iritasi kulit, keluar cairan selain ASI dari puting atau kemerahan. Ada baiknya jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter apabila terdapat perubahan sekecil apa pun pada payudara. Semakin dini didiagnosa, maka kesempatan untuk bertahan juga semakin besar.

  • Pakai Bra Berkawat dan Deodoran Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Ini adalah mitos paling kuno yang secara ilmiah telah terbukti salah. Studi yang dipublikasikan di jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers Prevention menemukan bahwa kebiasaan pakai bra pada wanita tidak ada hubungannya dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita yang mengalami menopause. Diperkuat lagi dengan data dari National Cancer Institute, yang menyatakan hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan pemakaian deodoran dan antiperspirant bisa menyebabkan kanker payudara.

Penyebab kanker payudara multifaktorial artinya banyak yang melatarbelakangi. Pertama faktor genetik, gaya hidup yang banyak minum alkohol dan merokok, terlalu banyak makan lemak, menstruasi terlalu dini, menopause terlalu tua, obesitas dan pada wanita yang tidak memberikan ASI,” jelas Prof. Dr. dr. Susworo, Sp.Rad(K). ONK.RAD.

  • Mamogram, MRI, dan USG menyebabkan kanker payudara

Salah. Melakukan pengecekan payudara dengan mammogram memang memanfaatkan sinar radiasi. Dari sinilah kabar burung mammografi sebagai penyebab kanker payudara berasal. Nyatanya, mammogram yang dilakukan rutinĀ  justru sangat membantu menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara pada perempuan usia 45 hingga 75 tahun.Berbeda dengan mamogram, MRI merupakan pengecekan payudara menggunakan magnet, sedangkan USG menggunakan gelombang suara. Tapi sama dengan mammogram, tak ada penelitian medis kuat yang membuktikan bahwa kedua hal ini menyebabkan kanker payudara. USG dan MRI malah sangat berjasa untuk mendeteksi dini kehadiran sel-sel penyebab kanker payudara.

  • Genetik keluarga adalah penyebab kanker payudara

Penyebab utama kanker payudara berasal dari mutasi gen, tapi hanya sekitar 5-10 persen saja kasus kanker payudara yang berasal dari faktor genetik (keturunan). Mutasi gen bisa terjadi pada seseorang karena faktor lingkungan, gaya hidup, dan faktor usia. Persentase untuk kanker yang disebabkan oleh mutasi gen berkisar antara 90 -95 persen.

  • Ponsel dapat menyebabkan kanker payudara

Salah. Masyarakat beranggapan bahwa radiasi sinyal yang dipancarkan oleh ponsel bisa memengaruhi kesehatan bahkan menyebabkan kanker.

Radiasi bisa menyebabkan kanker ketika itu memutasi genetik. Dalam kasus ponsel, radiasi yang terpancar sangat kecil, hanya berkisar antara 450-2.700 MHz saja, dengan kekuatan puncak 0,1-5 watt. Mengingat kekuatan radiasi ponsel yang begitu kecil, maka sangat kecil kemungkinannya untuk bisa memutasi gen dalam jaringan tubuh. Dengan kata lain, radiasi ponsel tidak menyebabkan kanker.

Baca Juga : Bahaya Akibat Menggoreng Dengan Minyak Jelantah

Nah itu informasi mengenai Mitos Kanker Payudara Yang Harus Stop Anda Percaya karena ketidakbenarannya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan baru anda.

| Mitos Kanker Payudara Yang Harus Stop Anda Percaya |