Mitos Seputar Makanan Yang Sebaiknya Diabaikan

Banyak ‘Mitos Seputar Makanan Yang Sebaiknya Diabaikan yang sering dikaitkan dengan kesehatan. Meskipun belum tentu benar, mitos ini tetap diyakini oleh banyak orang. Apa saja mitos tersebut?

Mitos Seputar Makanan Yang Sebaiknya Diabaikan

Mitos Seputar Makanan Yang Sebaiknya Diabaikan | Banyaknya informasi soal hidup sehat rupanya membuat banyak orang tergerak untuk mengikuti gaya hidup ini. Orang-orang kini menimbang-nimbang makanan apa yang baik dan buruk bagi tubuh mereka sebelum membeli atau menyantapnya.

Namun karena industri makanan juga memerlukan pemasukan, maka banyak produk dikemas atau diklaim sebagai produk yang sehat. Produsen memberi label produk mereka lebih sehat dibanding yang lain. Tentu tidak semua harus kita percaya.

Mitos Seputar Makanan Yang Sebaiknya Diabaikan

  • Mitos : ROTI GANDUM TIDAK MENYEBABKAN GEMUK

Kebanyakan dari kita merasa sudah melakukan diet yang benar dengan mengganti nasi atau roti tawar dengan roti gandum. Tapi apakah anda mendapatkan hasil yang diinginkan, atau lingkaran perut anda tetap tidak berubah? Mengapa demikian?

Faktanya, roti gandum yang berwarna kecoklatan ini, meski dibuat dari biji gandum utuh, namun dalam proses pembuatannya adonannya dicampur dengan tepung terigu putih dan dedek gandum. Fungsinya untuk memberikan tekstur yang sedikit lebih lembut.

Akibatnya, seperti hanlnya roti tawar putih, roti gandum juga lebih cepat dicerna dan memiliki (indeks glikemik) IG yang tinggi.

Masalahnya, karena terlanjur dianggap sebagai makanan sehat, maka kita sering mengkonsumsinya dalam jumlah lebih banyak, bahkan ditambah berbagai jenis selai yang mengandung banyak gula. Bila itu yang terjadi, maka lingkar pinggang anda tidak akan kunjung mengecil, namun bisa-bisa justru bertambah.

Nah, bila anda tidak menginginkan roti dari menu, ada pilihan yang lebih baik dari roti gandum, yakni whole grain. Varian roti yang satu ini teksturnya lebih kasar dibanding roti gandum dan lebih berserat. Bedanya dengan roti gandum biasa adalah adanya tambahan biji-bijian seperti biji rami, kedelai, atau biji bunga matahari.

Roti whole grain memiliki kandungan serat empat kali lebih tinggi daripada roti tawar putih. Roti ini juga memiliki IG yang rendah karena seratnya lebih lama dicerna tubuh. Makanan ini bisa membantu anda kenyang lebih lama karena proses pelepasan energinya jadi lebih lama.

  • Mitos : MAKAN SEDIKIT TAPI SERING BISA MEMBUAT LANGSING

Banyak orang beranggapan makan sedikit tapi sering akan memicu metabolisme dalam tubuh sehingga membuat kita tidak mudah menjadi gemuk. Gagasan ini mencontoh kebiasaan orang Asia yang makan dalam porsi kecil namun lebih sering.

Hal ini tidak sepenuhnya benar. Bila metode ini terbukti keampuhannya, mengapa mengemil justru menyebabkan gemuk? Padahal ngemil kan sama dengan makan dengan porsi kecil namun sering.

Penelitian yang dimuat dalam US Journal of Nutrition menemukan bahwa makan dua atau tiga kali sehari membakar kalori yang sama dengan mereka yang menyantap makanan sama namun membagi porsinya agar bisa dimakan beberapa kali.

Namun mengapa orang-orang Asia yang lebih sering menyantap makanan tidak menjadi gemuk? Kuncinya adalah pada makanan yang mereka santap. Kebanyakan makanan itu berupa sayur-sayuran, karbohidrat yang tidak melalui banyak pemrosesan, serta makanan-makanan segar.

  • Mitos : KOPI TIDAK BAIK UNTUK KESEHATAN

Ya, bila anda meminumnya dengan banyak tambahan gula atau susu. The Journal of Nutrition menyebutkan bahwa kopi hitam memberi lebih banyak anti oksidan pada tubuh dibanding sayuran dan buah-buahan.

Selain itu, secara statistik, peminum kopi mengalami depresi lebih sedikit, jauh dari diabetes, bahkan berusia lebih panjang. Tentu hal itu ada syaratnya, yakni minum dalam jumlah sewajarnya, dan jangan mencampurnya dengan gula.

  • Mitos : SETIAP KALORI SAMA SAJA

Dalam diet, kita seringkali diminta membatasi asupan kalori. Namun ternyata 1000 kalori yang berasal dari cake berbeda dengan 1000 kalori dari daging ikan. Artinya, jenis kalori yang kita makan itu ikut menentukan keberhasilan diet kita.

Jenis makanan yang berbeda memiliki efek metabolisme yang berbeda juga, sehingg sekedar mengurangi alori tidak akan efektif untuk menjaga kesehatan.

Jika anda ingin mengurangi kalori, jangan ambil dari protein, karena jenis makanan ini bisa menahan rasa lapar serta meningkatkan metabolisme tubuh.

  • Mitos : MAKANAN RENDAH LEMAK LEBIH SEHAT

Ada alasan mengapa junk food terasa lezat. Jawabannya adalah lemak. Namun karena lemak sering dianggap sumber penyakit, maka banyak produsen makanan menyediakan versi rendah lemak (low fat) pada produknya, sehingga kita tidak merasa berdosa saat menyantapnya.

Namun tahukah anda bahwa menghilangkan lemak sekaligus menghilangkan rasa lezat? Untuk mengatasinya, produsen makanan menambah rasa dari bahan-bahan lain termasuk pemanis buatan. Bahan-bahan ini bisa jadi lebih buruk efeknya dibanding lemak yang dihilangkan.

Oleh karenanya, lemak sebenarnya tetap bisa dikonsumsi dalam jumlah tertentu dan dari sumber yang sehat, seperti kacang-kacangan dan alpukat. Makanan ini jauh lebih baik daripada keripik rendah lemak yang anda tidak tahu apa isinya.

  • Mitos : MAKAN BUAH BISA MEMBANTU MENJADI LANGSING

Buah-buahan mengandung vitamin dan serat. Namun, juga mengandung kalori dan dula yang bisa menggagalkan rencana diet jika dikonsumsi berlebihan. Sebuah pisang, misalnya, memiliki jumlah kalori yang sama dengan dua chocolate chip cookie, yakni sekitar 100 kalori.

Jika anda ingin menjadi langsing, sebaiknya anda mengkonsumsi empat prosi buah setiap hari bersama dengan sumber protein seperti kacang-kacangan dan yoghurt Yunani.

  • Mitos : DAGING MERAH TIDAK BAIK UNTUK KESEHATAN

Soal ini, ada peneliti yang sepakat bahwa daging merah lebih buruk dari daging putih, namun sebagian lain peneliti menyangkalnya. Jadi ini sebenarnya wilayah abu-abu.

Memang benar daging merah meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuhnya. Namin daging putih juga mengandung lemak jenuh. Seporsi daging sapi sirloin mengandung lemak jenuh lebih sedikit daripada paha ayam dengan kulit. Jangan makan daging ayam dengan kulitnya. Pilih daging sapi tanpa lemak agar tidak menambah kandungan lemak jenuh dalam tubuh.

  • Mitos : MINUM 8 GELAS SEHARI

Anda pasti pernah sering mendengar mitos yang satu ini. Memang benar, tubuh sangat memerlukan asupan air yang cukup. Meskipun begitu, sebenarnya tidak ada aturan baku untuk membatasi jumlah asupan air dalam tubuh. Ini karena setiap orang memiliki kebutuhan asupan yang berbeda-beda. Selain mengkonsumsi air secara langsung, kita juga busa mendapatkannya dari buah-buahan dan sayuran. Sebagai penanda, urin dengan warna kuning menunjukan bawah anda membutuhkan asupan air yang lebih.

  • Mitos : SAYURAN SEGAR LEBIH BAIK DARIPADA SAYURAN BEKU

Banyak orang menghindari sayur yang dibekukan, karena beranggapan sayur yang dibekukan mengandung vitamin lebih sedikit daripada sayur segar. Tetapi sayuran beku mengandung lebih banyak gizi, karena dibekukkan segera setalah dipanen, dan tidak tergeletak di rak supermarket berhari-hari sebelum dibeli konsumen.

  • Mitos : HINDARI KEJU KARENA TIDAK SEHAT

Keju merupakan salah satu sumber kalsium terbesar. Keju juga mengandung asam lonileat (CLA), lemak yang bisa memiliki sifat anti-kanker dan efek melindungi jantung. Ini adalah sumber yang sangat protein yang baik. Seiris keju Swiss mengandung sekitar 7,5 gram protein. Tak hanya itu, keju juga mengandung vitamin K2, D3, Omega-3 dan asam amino. Untuk pilhan yang jauh lebih sehat, anda bisa mencoba mengonsumsi keju rendah lemak.

  • Mitos : COKELAT DAPAT MEMBUAT LEBIH RILEKS

Cokelat memang rasanya enak, kecuali cokelat yang ditambah lemak dan gula akan memberi efek buruk pada kesehatan. Ada beberapa penelitian tentang khasiat dark chocolate. Tetapi tidak semua dark chocolate baik untuk jantung. Dark chocolate berkhasiat untuk kesehatan karena mengandung serat, zat besi, magnesium, dan tembaga. Mengonsumsi dark chocolate secara teratur tidak dapat membantu menurunkan berat badan.

  • Mitos : TELUR BERKOLESTROL TINGGI

Mitosnya adalah telur mengandung kolesterol tinggi. Padahal, penelitian telah membuktikan tak ada kaitan telur dan kadar kolesterol tinggi. Telur merupakan sumber nutrisi seperti seng, zat besi, vitamin D, dan kolin yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk mengurangi asupan lemak lebih baik konsumsi telur rebus daripada telur goreng.

  • Mitos : LEBIH SEDIKIT ASUPAN KARBOHIDART LEBIH SEHAT

Saat memilih karbohidrat untuk menu makan sehat, pastikan memasukkan karbohidrat sehat. Makanan karbohidrat seperti biji-bijian dapat mengurangi penyakit jantung, serta mengurangi berat badan. Jadi tak perlu menghindari semua karbohidrat.

  • Mitos : KACANG JUGA JUNK FOOD

Kacang boleh dimakan sebagai camilan. Karena kacang mengandung protein dan nutrisi yang bermanfaat.

Selain itu, jika mengonsumsi kacang-kacangan secara rutin, dapat terhindar dari penyakit jantung. Sebaiknya konsumsi kacang cukup segenggam tiap kali ngemil.

  • Mitos : MARGARIN LEBIH BAIK DARI MENTEGA

Mentega mengandung lemak jenuh dibandingkan margarin yang terbuat dari minyak nabati, sehingga margarin dianggap lebih sehat. Namun, perlu diketahui bahwa margarin juga mengandung lemak trans yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan dibandingkan mentega. Karenanya jika konsumsi margarin, pilih yang bebas lemak trans.

BACA JUGA : Kebiasaan Buruk Saat Menstruasi Yang Harus Dihilangkan

| Mitos Seputar Makanan Yang Sebaiknya Diabaikan |