Panduan Diet Rendah Garam Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Banyak orang menjalani diet rendah garam untuk menghindari tekanan darah tinggi. Padahal diet ini tidak efektif untuk semua orang. Hanya mereka yang hipertensi saja yang perlu menjalaninya. Lalu bagaimana cara yang benar menjalani diet rendah garam? Dibawah ini akan kami uraikan Panduan Diet Rendah Garam Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi, untuk itu simak terus informasi berikut ini.

Panduan Diet Rendah Garam Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Panduan Diet Rendah Garam Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi | Diet rendah garam terbukti dapat membantu para penderita tekanan darah tinggi untuk mengontrol tekanan darahnya. Bahkan, minum obat saja tidak cukup untuk dapat mengontrol tekanan darah, harus dibarengi dengan diet ini. Jika anda penderita hipertensi, anda disarankan untuk mengkonsumsi garam hanya 6gram saja dalam sehari atau sekitar 2300mg natrium per hari. Garam yang dimaksud adalah garam meja yang ditambahkan dalam masakan dan juga garam yang tersembunyi dalam makanan seperti dalam makanan kemasan.

Dalam menjalani diet rendah garam, bukan berarti anda hanya mengurangi asupan garam anda, tetapi juga makanan lain yang mengandung garam tersembunyi. Sekitar 80% garam yang masuk ke tubuh kita biasanya kita dapatkan dari makanan olahan, seperti roti, biskuit, sereal, makanan siap saji, dan lainnya. Sisanya, yaitu 20% barulah berasal dari garam yang ditambahkan saat memasak atau garam meja.

Tips Menjalankan Diet Rendah Garam

  • Pilih produk makanan dan minuman rendah garam

Anda bisa menghitung kandungan sodium pada daftar nutrisi yang tertera di label makanan atau minuman yang Anda beli. Bandingkan satu produk dengan produk lain yang ingin dibeli  dengan melihat kandungan sodium lebih rendah. Jika Anda makan di restoran, Anda bisa meminta agar jumlah pemakaian garam dikurangi.

  • Batasi penggunaan bumbu dan saus

Pilih rempah-rempah kering yang belum diberi tambahan garam sebagai bumbu masakan. Untuk menggantikan penambahan garam, Anda bisa menambahkan bumbu-bumbu seperti lada, ketumbar, jahe, daun timi, oregano, dan mustard kering secukupnya. Untuk melengkapi rasa, batasi pemakaian saus yang mengandung sodium seperti kecap, saus barbekyu, saus teriyaki, dan saus tiram.

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah

Beberapa jenis sayur dan buah-buahan memiliki kandungan sodium yang rendah. Perbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar seperti tomat, wortel, bayam, brokoli, seledri, selada, bawang bombay, apel, jeruk, jeruk nipis, dan pisang.

  • Kurangi pemakaian garam dalam resep masakan

Mulai sekarang, kurangi pemakaian garam ketika memasak hidangan di dapur. Untuk menghilangkan garam yang menempel pada makanan kaleng, cuci bahan-bahan sampai bersih sebelum mulai memasak. Gunakan mentega tanpa garam untuk memasak makanan tertentu, serta hindari penambahan garam saat menanak nasi atau merebus pasta.

  • Hati-hati dengan makanan dan minuman yang mengandung garam tersembunyi

Jangan lupa untuk menambahkan sayuran dan buah-buahan segar pada menu Anda setiap hari. Selain itu, batasi makanan olahan atau makanan dalam kemasan, termasuk makanan kalengan dan makanan instan. Bagaimana dengan minuman? Sebaiknya Anda juga membatasi minum minuman ringan karena minuman ini juga mengandung garam tambahan. Jika Anda ingin membeli makanan beku, pilihlah yang mengandung natrium sekitar 600 mg atau kurang. Oleh karena itu, mudahnya, Anda lebih baik makan makanan yang dimasak sendiri di rumah.

  • Baca label makanan saat membeli makanan kemasan

Bukannya Anda sama sekali tidak diizinkan untuk mengonsumsi makanan kemasan. Namun, biasanya makanan kemasan mengandung garam tinggi. Atau, biasanya jika Anda baca informasi nilai gizi, Anda akan menemukan kandungan natrium yang tinggi pada produk makanan kemasan tersebut. Kadar natrium yang tinggi ini dapat meningkatkan kadar natrium dalam tubuh Anda, sehingga tekanan darah Anda ikut meningkat.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu membaca informasi nilai gizi jika ingin membeli makanan kemasan. Pilihlah makanan yang mengandung natrium rendah (140 mg atau kurang per sajian) atau bebas natrium (kurang dari 5 mg per sajian). Ingat, per sajian! Biasanya dalam satu bungkus makanan kemasan tersaji lebih dari satu sajian. Untuk mengetahuinya, Anda bisa lihat jumlah sajian per kemasan. Dari sini, kemudian Anda dapat membagi berapa jumlah natrium yang terkandung dalam setiap satu sajian makanan tersebut.

Makanan Yang Sebaiknya Dikonsumsi Saat Menjalani Diet Rendah Garam

Makanan segar dan yang mengandung garam rendah adalah makanan yang sebaiknya Anda makan saat menjalani diet ini. Beberapa makanan yang mengandung garam rendah adalah:

  • Sayuran dan buah-buahan segar
  • Daging, ayam, dan ikan segar
  • Telur
  • Kacang-kacangan, tetapi bukan kacang-kacangan dalam kaleng
  • Susu, yogurt, dan es krim
  • Keju yang mengandung natrium rendah, seperti krim keju dan mozzarella

Sedangkan, makanan yang mengandung garam tinggi (sebaiknya Anda hindari) adalah:

  • Kacang asin atau kacang dalam kaleng
  • Daging, ayam, atau ikan olahan atau kalengan, seperti sosis, sarden, kornet
  • Makanan yang diawetkan, seperti abon, ikan asin, telur asin, ikan pindang, dendeng, selai kacang, dan lainnya
  • Sayuran atau buah-buahan kalengan
  • Sayuran acar, sauerkraut
  • Mentega dan keju dengan natrium tinggi, seperti cottage cheese
  • Bumbu jadi, seperti kecap asin, berbagai saus, terasi, petis, tauco, dan bumbu penyedap lainnya

Baca Juga : Sederet Buah Penurun Tekanan Darah Tinggi Atau Hipertensi

Itu dia Panduan Diet Rendah Garam Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi. Perlu diketahui, kandungan garam juga bisa ditemui di beberapa suplemen vitamin dan obat penghilang rasa sakit. Jumlah yang paling sedikit mencapai sata gram garam per tablet. Untuk menghindari adanya risiko komplikasi saat menjalani diet rendah garam, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anda untuk memperoleh solusi yang tepat. Sekian dan semoga bermanfaat.

| Diet Rendah Garam Untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi |