Perbedaan Antara Penyakit Kista Dengan Penyakit Miom

Dalam keseharian, tak jarang masyarakat keliru dalam mendefinisikan miom dan kista. Sebenarnya apa  Perbedaan Antara Penyakit Kista Dengan Penyakit Miom? Untuk simak informasinya dibawah ini.

Perbedaan Antara Penyakit Kista Dengan Penyakit Miom

Perbedaan Antara Penyakit Kista Dengan Penyakit Miom | Seringkali para perempuan bingung dalam membedakan kista dan miom. Keduanya memang tampak sama, namun ternyata miom dan kista berbeda. Anda perlu memahami perbedaan miom dan kista agar Anda pun bisa mencegahnya.

Berdasarkan lokasi, kista biasanya terdapat di rahim, saluran telur, indung telur, vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista juga bisa terjadi di bagian tubuh lain seperti gusi. Sedangkan miom, sebagian besar tumbuh di dalam dinding rahim (miom uteri). Ada juga miom yang tumbuh di leher rahim.

Dilihat dari gejalanya pun keduanya cukup berbeda. Bila Anda menderita kista, Anda akan merasakan nyeri di perut bagian bawah, neyri saat haid, sering merasa ingin buang air besar atau kecil dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Sementara, penderita miom akan merasakan nyeri di perut bagian bawah, atau di sekitar pinggul, nyeri saat berhubungan seksual, gangguan haid, seperti nyeri saat haid, perdarahan haid sangat banyak, dan haid tak beraturan (sering haid), perut terasa penuh dan pada sebagian wanita kadang mengeluhkan frekuensi buang air kecil yang tinggi.

Kista sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun diduga bahan-bahan karsinogenik menjadi salah satu penyebabnya. Sedangkan miom lebih banyak disebabkan oleh faktor hormonal terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan. Namun, miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun.

Pola Hidup Sehat Untuk Cegah Kista Dan Miom

Untuk menghindari kedua penyakit tersebut, saran Boyke Dian Nugraha, ahli kandungan dari Klinik Pasutri Tebet, Jakarta, ada baiknya kaum wanita mengurangi asupan makanan yang dapat memicu produksi hormon estrogen, seperti tahu dan tempe, atau kacang kedelai.

Itu bisa merangsang timbulnya mioma,” tandas Boyke.

Pola hidup sehat lainnya, timpal Mulyadi Tedjaprana, Direktur Klinik Medizone., mengurangi konsumsi makanan berlemak dan sering mengonsumsi makanan kaya serat. Selain itu, hindari pemberian zat tambahan pada makanan. Yang paling penting adalah rutin berolahraga.

Kebiasaan rokok dan alkohol jelas harus dihentikan. Kalau bisa, juga hindari stres,” tegas Mulyadi.

Meski hanya 0,1% dari total kasus tumor jinak ini yang berkembang menjadi kanker ganas, menurut Martin Walean, dokter kandungan RS Permata Bunda, bukan tidak mungkin ke depannya akan makin banyak perempuan yang mengidap kista atau mioma.

Jika tidak dicegah sedari dini, kista dapat tumbuh jadi kanker ovarium mematikan,” kata dia.

Saat ini, menurut Martin, kanker ovarium merupakan penyebab kematian utama pada kasus penyakit ginekologi di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, kanker ovarium merupakan penyakit kelima yang menyebabkan kematian perempuan setelah kanker paru-paru, kolorektal, payudara, dan pankreas.

Catatan saja, di AS, sebelum tahun 1998, kasus kanker ovarium pada perempuan berusia di bawah 50 tahun mencapai 5,3 per 100.000 kasus. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 1998 tercatat merudi 41,4 per 100.000 kasus yang menimpa perempuan di atas 50 tahun.

Baca Juga : Makanan Yang Harus Dihindari Wanita Penderita Kista

Demikian informasi mengenai Perbedaan Antara Penyakit Kista Dengan Penyakit Miom beserta dengan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat.

| Perbedaan Antara Penyakit Kista Dengan Penyakit Miom |