Pola Sarapan Yang Salah Pada Penderita Diabetes

Bagi seorang penderita diabetes, pengaturan pola makan adalah suatu hal yang penting. Kerap kali, waktu sarapan menjadi waktu makan yang kurang mendapat perhatian, sehingga malah menjadi bumerang. Pasalnya, ada beberapa Pola Sarapan Yang Salah Pada Penderita Diabetes.

Pola Sarapan Yang Salah Pada Penderita Diabetes

Pola Sarapan Yang Salah Pada Penderita Diabetes | Anda tentu sepakat jika asupan makan adalah hal yang penting untuk diperhatikan bagi penderita diabetes. Hal ini memang seakan sudah menjadi kebutuhan yang harus dicermati oleh penderita diabetes agar kesehatan tubuhnya dapat lebih berkualitas.

Asupan makanan yang harus diperhatikan oleh penderit diabetes, tentu bukan hanya pada waktu makan tertentu saja, namun juga asupan makan pada setiap kali waktu makan, baik itu sarapan, makan siang, makan malam atau camilan.

Saat sarapan, nafsu makan di pagi hari bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari rasa lapar berlebihan pasca melewati waktu tidur selama 7-8 jam, atau malah tidak nafsu makan sama sekali karena aktivitas pagi hari yang cukup padat dan menyita waktu. Kondisi ini yang membuat sarapan kerap menjadi salah satu waktu makan yang paling rentan membuat asupan makan penderita diabetes menjadi tidak terkontrol. (Obat Radang Tenggorokan)

Hal ini tak ayal menyebabkan penderita diabetes kerap melakukan banyak kesalahan saat sarapan. Kesalahan-kesalahan ini kerap dianggap sepele padahal sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh penderita diabetes. Berikut adalah beberapa kesalahan bagi penderita diabetes yang kerap terjadi saat sarapan :

  • Melewatkan sarapan

Ini adalah kesalahan yang paling fatal. Demi menjaga kadar gula darah agar tidak melonjak tinggi, masih banyak orang yang berpikir melewatkan sarapan adalah salah satu caranya. Hal ini sama sekali tidak benar.

Melalui penelitian yang dimuat di jurnal Diabetes Care, telah dibuktikan bahwa penderita yang melewatkan sarapan akan mengalami peningkatan kadar gula hingga 37 persen setelah makan siang jika dibandingkan dengan hari di mana mereka tidak melewatkan sarapan.

Peningkatan ini pun bertahan hingga malam hari menjadi 27 persen lebih tinggi. Ini membuktikan bahwa sarapan penting bagi penderita diabetes. Sempatkan bangun lebih pagi untuk sarapan. Dengan begitu, suasana hati Anda akan menjadi lebih baik dan pikiran pun lebih segar karena tidak terburu-buru memulai aktivitas.

  • Sedikit sarapan, banyak makan malam

Sering kali masyarakat mengasosiasikan sarapan dengan makan ringan dan porsi makan malam hampir setara dengan makan siang. Kebiasaan ini sebenarnya tidak tepat, terutama untuk penderita diabetes.

Dalam penelitian yang sama dan didukung oleh penelitian lain dalam jurnal Diabetologia, ditemukan bahwa penderita diabetes yang makan sarapan dengan porsi lebih banyak daripada porsi makan malam memiliki kadar gula darah 20 persen lebih rendah daripada mereka yang menjalani sebaliknya.

Memperhatikan porsi tiap-tiap jam makan memang penting bagi penderita diabetes. Berbagai hasil studi tersebut pun semakin menekankan pentingnya sarapan dengan porsi dan menu yang benar, terutama bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes.

  • Menu sarapan tinggi gula

Meski sarapan berfungsi untuk memasok energi untuk memulai hari, bukan berarti Anda boleh bermewah-mewah dengan berbagai hidangan tinggi gula di pagi hari.

Hal ini sering kali dijadikan jalan pintas dalam menyiapkan menu sarapan, sehingga pilihan jatuh kepada makanan seperti roti, kue, atau jajanan manis yang disertai kopi dan susu agar sarapan menjadi praktis.

Menu sarapan yang baik seharusnya bisa memberikan Anda cadangan energi sampai tiba waktunya makan siang, atau setidaknya sampai waktu ngemil di antara sarapan dan makan siang.

Sedangkan, sarapan dengan menu tinggi gula akan membuat kadar gula melonjak tinggi sesaat dan merosot turun setelahnya, sehingga membuat Anda lebih cepat mengalami badan lemas dan lapar kembali.

Oleh sebab itu, sarapanlah dengan menu yang tak hanya sehat, namun juga tepat untuk penderita diabetes. Anda dapat mengisi menu sarapan dengan buah dan yoghurt rendah lemak, atau kombinasi protein sehat seperti dadar putih telur dengan roti gandum. Selain mengandung gula yang baik, menu ini juga mengandung banyak serat, sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama.

Jadi, mulai sekarang, jangan lewatkan sarapan sebelum beraktivitas. Sesuaikan menu sarapan dengan jumlah kebutuhan kalori harian Anda untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari sarapan di pagi hari.

Baca Juga : Waspada, Perokok Pasif Berisiko Tinggi Terkena Tuli

| Pola Sarapan Yang Salah Pada Penderita Diabetes |