Fakta Seputar Antibiotik Yang Mungkin Belum Anda Tahu

Antibiotik memang menjadi terobosan bagi dunia medis, karena sangat efektif dalam mengatasi banyak penyakit. Tapi jangan salah. Mesti memberikan manfaat besar, ternyata antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan. Agar tidak berakibat fatal, ketahui Fakta Seputar Antibiotik Yang Mungkin Belum Anda Tahu

Fakta Seputar Antibiotik Yang Mungkin Belum Anda Tahu

Fakta Seputar Antibiotik Yang Mungkin Belum Anda Tahu | Antibiotik, yang juga dikenal sebagai obat antimikroba, adalah obat untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, baik pada manusia maupun pada hewan. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri atau membuat bakteri sulit untuk tumbuh dan berkembang biak. Meskipun antibiotik dapat digunakan pada bakteri, namun antibiotik tidak dapat digunakan pada virus. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita simak beberapa fakta seputar antibiotik berikut ini.

  • Penyakit akibat virus tak bisa diobati oleh antibiotik

Karena antibiotik adalah anti-bakteri, infeksi virus tidak dapat diobati oleh antibiotik. Beberapa infeksi umum yang disebabkan oleh virus antara lain:

  1. Pilek
  2. Flu
  3. Hampir seluruh sakit tenggorokan
  4. Hampir seluruh kondisi batuk dan bronkitis
  5. Beberapa infeksi sinus
  6. Beberapa infeksi telinga
  • Efek samping terlalu banyak antibiotik: resistensi antibiotik

Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk melawan efek dari antibiotik. Resistensi ini terjadi karena bakteri beradaptasi terhadap obat, sehingga mengurangi efektivitas obat, bahan kimia, atau agen lainnya yang dirancang untuk menyembuhkan atau mencegah infeksi. Bakteri akhirnya dapat bertahan dan terus bertambah banyak, sehingga membawa kerugian yang luar biasa pada tubuh.

Penggunaan antibiotik berlebihan dapat memicu kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Mengapa? Karena setiap kali seseorang mengonsumsi antibiotik, bakteri sensitif dapat terbunuh, sedangkan kuman yang tahan antibiotik malah dibiarkan tumbuh dan berkembang biak. Penggunaan antibiotik yang berulang dan tidak tepat adalah penyebab utama peningkatan kekebalan bakteri terhadap obat.

Meskipun antibiotik harus digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, namun obat ini tidak efektif untuk melawan infeksi virus. Penggunaan antibiotik yang cukup sering memicu penyebaran resistensi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang cerdas adalah kunci utama untuk mengendalikan penyebaran resistensi.

  • Antibiotik bukan untuk semua penyakit

Antibiotik hanya bekerja untuk mengatasi infeksi bakteri. Ini berarti mengonsumsi antibiotik pada infeksi virus tidak akan menyembuhkan penyakit atau membuat Anda lebih cepat sembuh.

  • Konsumsi antibiotik yang tidak tepat dapat membawa masalah baru

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat – tidak sesuai indikasi, dosis, atau dikonsumsi secara berlebihan – dapat menimbulkan masalah baru, yaitu resistensi.

Resistensi adalah ketika bakteri dapat beradaptasi, sehingga lama-kelamaan bakteri tersebut akan kebal terhadap obat yang diberikan.

Baca Juga : Inilah Tanda Dehidrasi Yang Perlu Anda Waspadai

  • Tidak semua antibiotik sama

Antibiotik yang dokter berikan untuk mengatasi radang tenggorokan belum tentu efektif untuk mengobati infeksi saluran kemih. Dengan kata lain, penggunaan antibiotik tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis penyakit.

  • Antibiotik lama belum tentu bisa digunakan lagi

Jika sebelumnya Anda terkena penyakit infeksi saluran napas dan sembuh dengan mengonsumsi 1 jenis antibiotik, lalu Anda mengalami penyakit itu lagi, belum tentu antibiotik yang sebelumnya pernah dikonsumsi akan memberikan manfaat yang sama.

  • Dosis antibiotik tiap orang berbeda-beda

Jika suatu saat anak sulung dan bungsu Anda menderita penyakit yang sama, maka dosis antibiotik yang diberikan dokter untuk anak sulung Anda belum tentu sesuai dengan yang dibutuhkan oleh anak bungsu Anda. Ini karena dosis obat pada anak perlu mempertimbangkan segala aspek, termasuk berat badan.

Sembarang mengkonsumsi antibiotik tanpa pengawasan dokter hanya akan meningkatkan risiko efek samping dan resistensi obat. Karena itu, anda perlu lebih bijak dalam memilih jenis obat yang dikonsumsi. Jangan sampai obat tersebut membuat anda terjerumus pada masalah-masalah baru. Sekian mengenai Fakta Seputar Antibiotik Yang Mungkin Belum Anda Tahu, semoga bermanfaat.

Baca Juga : Ini Alasan Mengapa Sup Baik Dikonsumsi Saat Sakit

Fakta Seputar Antibiotik Yang Mungkin Belum Anda Tahu

Fakta Penyakit TBC / Tuberculosis Yang Mesti Diketahui

Tuberkulosis adalah penyebab utama ketujuh kematian di dunia. Seberapa kenalkah anda dengan TBC? Simak Fakta Penyakit TBC / Tuberculosis Yang Mesti Diketahui

Fakta Penyakit TBC / Tuberculosis Yang Mesti Diketahui

Fakta Penyakit TBC / Tuberculosis Yang Mesti Diketahui — Lebih dari dua miliar orang, atau sepertiga dari seluruh penghuni dunia, terserang ‘Mycobaterium Tuberculosis’, bakteri yang mengakibatkan penyakit penyakit tuberculosis (TB).

Tuberkulosis adalah penyebab utama ketujuh kematian di dunia. Penyakit itu menewaskan 1,8 juta orang di seluruh dunia pada 2009, naik dari 1,77 juta pada 2007.

Tuberkulosis adalah satu dari tiga penyakit utama yang berkaitan erat dengan kemiskinan, yang dua lagi adalah AIDS dan malaria, demikian dari laporan kantor brita Inggris, Reuters.

Fakta Penyakit TBC

  • TBC bukan Penyakit Genetik

Perlu anda ketahui, gosip-gosip yang mengatakan TBC merupakan penyakit keturunan atau genetik adalah salah besar. Seperti penjelasan yang kutif dari situs onhealth.com, TBC bukan merupakan penyakit keturunan.

Lantas mengapa jika seseorang terkena TBC seringkali berdampak pada keluarganya. Jawabannya karena penularan TBC terjadi melalui percikan dahak, batuk, serta udara. Kondisi inilah yang memungkinkan orang dekat atau keluarga dari penderita TBC ikut tertular.

  • TBC Menular Lewat Udara

Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, udara menjadi media penyebaran bakteri TBC. Jadi saat penderita TBC batuk, bersin, bahkan meludah sekalipun maka ada droplet mikroskopis yang bisa dihirup oleh orang-orang sekitarnya.

  • Jumlah Penduduk Dunia Meninggal Akibat TBC

Berdasarkan data yang dilansir tanyadok.com, terungkap bahwa pada tahun 2012 saja sudah ada 1,3 juta penduduk di dunia meninggal akibat TBC  Mayoritas korban penyakit mematikan ini adalah penduduk negara miskin.

  • Jumlah Penderita Penyakit TBC Menurun Setiap Tahunnya

Ini merupakan kabar baik. Setelah obat pembunuh bakteri TBC ditemukan, jumlah penderita mengalami penurunan drastis. Menurut WHO, jumlah kasus penyakit TBC dari tahun 2000 hingga 2015 anjlok hingga 1,5%

Baca Juga > Obat Herbal TBC / Tuberculosis <

  • Angka Kematian Akibat TBC Terus Menurun Hingga 45% Sejak Tahun 1990

Seiring turunnya jumlah penderita, kematian yang disebabkan oleh TBC juga mengalami penurunan. Berdasarkan data WHO, rata-rata kematian akibat TBC mengalami penurunan hingga 45% sejak tahun 1990 hingga kini.

  • 56 Juta Pasien Berhasil Diobati Sejak Tahun 1995

Melalui program Directly Observed Treatment Short (DOTS) yang dilancarkan oleh WHO, sebanyak 22 juta orang di seluruh dunia berhasil diselamatkan dari penyakit yang cukup mematikan tersebut. DOTS merupakan salah satu program yang dipakai sebagai strategi stop TB oleh WHO.

  • Udara segar dan sinar matahari dapat membantu mencegah TB

Mikroba dalam TB berkembang dalam udara yang dingin dan tempat-tempat lembab. Bukalah jendela rumah dan kantor dan biarkan sinar matahari dan udara segar mengusir bakteri, termasuk bakteri TB.

  • TB adalah penyakit yang bisa disembuhkan secara total

Jika pasien minum obat dengan benar dan teratur tindak lanjut dilakukan dengan dokter, TB dapat disembuhkan secara total. Obat utama yang digunakan untuk TB adalah Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid, Etambutol dan Streptomisin. Tapi selalu minum obat tersebut di bawah pengawasan dokter karena penggunaan sembarangan dapat menyebabkan penyakit kuning dan gagal hati.Pengobatan bervariasi dari kasus ke kasus dan setidaknya selama 6 bulan. Pengujian dan pengobatan tersedia bebas biaya di semua rumah sakit pemerintah, puskesmas dan masyarakat.

  • Anak-anak termasuk bayi bisa menderita TB, tetapi sering tidak terdiagnosis

Menurut WHO, sekitar setengah juta bayi dan anak-anak terkena TB setiap tahun dan 70 ribu mati karena itu. Anak di bawah usia tiga tahun, terutama mereka yang kekurangan gizi dan dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah sangat rentan terhadap penyakit ini. Namun, gejala yang sering luput dari perhatian menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi. Untuk mencegah TB pada anak, imunisasi bayi dengan vaksin BCG segera setelah lahir. Ibu melahirkan sebaiknya menyusui bayi setidaknya selama enam bulan meningkatkan kekebalan mereka terhadap semua infeksi, termasuk TB.

  • Pasien yang tidak minum obat TB sesuai resep dokter adalah salah satu rintangan besar yang dihadapi oleh program pencegahan TB

Hal ini dapat menyebabkan organisme kebal terhadap obat lini pertama yang digunakan dalam pengobatan menyebabkan TB-MDR (TB yang resistan terhadap obat). Sehingga pasien tidak akan sembuh dari TB.

  • TB yang resistan terhadap multi-obat tidak merespon obat TB standar, sulit dan mahal untuk mengobati

Prevalensi MDR-TB diperkirakan 2,3 persen di antara kasus baru dan 12-17 persen di antara kasus pengobatan ulang. Salah satu cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menyelesaikan seluruh paket obat anti-TB dalam dosis yang diresepkan oleh dokter.

  • Salah satu penyebab utama infertilitas di antara perempuan dari kondisi sosial ekonomi yang lebih rendah adalah TB genital

Ketika bakteri di paru-paru bisa aktif kembali, mereka sering menyebar ke bagian tubuh yang berbeda termasuk saluran kelamin. Hal ini dapat menginfeksi baik uterus dan/atau tuba falopi dan biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Sebuah penyakit yang sangat sulit untuk didiagnosa, hanya sampel jaringan yang diperoleh dari saluran kelamin dapat membantu.

Nah, itu dia informasi seputar Fakta Penyakit TBC / Tuberculosis Yang Mesti Diketahui. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan baru anda. Terus kunjung situs Agen QnC Jelly Gamat Original untuk mendapatkan informasi penting dan menarik lainnya.

| Fakta Penyakit TBC / Tuberculosis Yang Mesti Diketahui |