Gangguan Mental Yang Rentan Dialami Oleh Mahasiswa

Menjadi mahasiswa tak membuat anda luput dari intaian gangguan mental. Justru tak jarang mahasiswa menjadi kelompok faktor risiko yang tinggi untuk mengalaminya. Inilah Gangguan Mental Yang Rentan Dialami Oleh Mahasiswa.

Gangguan Mental Yang Rentan Dialami Oleh Mahasiswa

Gangguan Mental Yang Rentan Dialami Oleh Mahasiswa | Dunia perkuliahan adalah masa transisi yang menuntut seseorang untuk mulai hidup mandiri dan dapat mengatur segala sesuatunya sendiri, terlebih jika harus tinggal jauh dari orangtua. Stres berat yang diterima selama masa ini, baik dari segi tuntutan akademik maupun sosial, dapat memengaruhi kesejahteraan mental seorang mahasiswa. Dikutip dari Everyday Health, penelitian menunjukkan bahwa 27 persen anak kuliahan memiliki masalah mental. Apa saja masalah mental anak kuliah yang paling umum? Berikut diantaranya :

  • Depresi

Depresi dapat menyerang seseorang dalam berbagai kadar dan spektrum, mulai dari yang ringan dan tidak terdeteksi hingga yang berat dan membutuhkan pertolongan ahli segera. Menurut data Amerika Serikat pada tahun 2013, sekitar 36.4% mahasiswa dilaporkan mengalami gejala depresi (ringan hingga berat), dan menjadikannya alasan utama bagi ketidakmampuan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Hal ini tentu tidak dapat dianggap remeh.

Jika Anda seorang mahasiswa, tentunya penting untuk mengenali gejala depresi agar bisa segera terdeteksi dan mencari bantuan teman, keluarga, atau bahkan tenaga ahli.

Gejala depresi yang paling sering terjadi dan mudah dikenali adalah adanya gangguan tidur, baik tidur terlalu sering atau lama, maupun kesulitan tidur dan insomnia. Gangguan nafsu makan juga tak jarang menjadi gejala awal yang dapat menandakan depresi. Mahasiswa dengan gejala depresi juga biasanya cenderung menarik diri dari komunitas dan merasa putus asa atau sendirian.

  • Cemas

Cemas sesungguhnya merupakan emosi normal yang dapat dirasakan oleh seseorang yang sehat sekalipun. Merasa cemas sesekali tak berarti Anda mengalami gangguan cemas. Seseorang dikatakan mengalami gangguan cemas (anxiety disorder) kala rasa cemas yang melanda telah mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari, hingga tak dapat menjalani hidupnya dengan normal akibat ketakutan yang berlebihan.

Tren penggunaan sebutan “baper” dan “parno” pada kelompok usia remaja dan dewasa muda kini memperburuk sekaligus mempersulit deteksi dini gangguan cemas, terutama pada mahasiswa yang termasuk dalam kelompok usia ini.

Tak jarang, karena tekanan sosial dari sekitar, mahasiswa dengan gangguan cemas semakin ragu dan takut untuk mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kondisi ini. Gangguan cemas bukanlah sesuatu yang dapat disepelekan, dan dapat menyebabkan berbagai gangguan fisik seperti sakit kepala jenis tension dan serangan jantung.

Jika Anda sering mengalami perasaan tertekan, mudah marah dan tersinggung, serta kesulitan berkonsentrasi hingga mengganggu rutinitas, bisa jadi Anda mengalami gangguan cemas. Pada mahasiswa, munculnya gangguan ini sering kali disebabkan oleh tekanan, baik akademis maupun sosial dalam kehidupan di pendidikan tinggi. Gejala psikologis ini juga dapat disertai dengan gejala fisik seperti napas yang sering tersengal-sengal, detak jantung tidak teratur, dan nyeri otot tanpa sebab.

  • Gangguan makan

Gangguan makan juga menjadi salah satu gangguan mental yang menyerang mahasiswa, baik pria maupun wanita. Kondisi ini bisa semakin buruk jika orang tersebut tidak sadar mengalami gangguan ini dan tidak memiliki dorongan untuk memeriksakan diri.

Jenis-jenis gangguan makan meliputi anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating. Mengenali gangguan ini sebenarnya tidak sulit, namun sering kali tertutupi oleh berbagai pembenaran (misalnya: tidak sempat makan, merasa terlalu gemuk, atau justru terlalu banyak makan untuk menutupi kebosanan dan mengisi waktu begadang).

Jika Anda merasa memiliki kebiasaan makan yang tidak normal seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit, selalu merasa terlalu kurus atau terlalu gemuk, olahraga berlebihan, ini adalah beberapa tanda Anda bisa saja mengalami gangguan makan. (Obat Batuk Menahun)

  • ADHD

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah angguan yang terjadi pada otak, ini ditandai dengan kurangnya perhatian dan/atau hiperaktif serta impulsif yang mengganggu fungsi dan perkembangan otak. Umumnya, kondisi ini akan muncul sebelum masa perkuliahan.

Akan tetapi, banyak orang yang bisa menyembunyikan atau mengendalikan gejala mereka di sekolah-sekolah menengah. Nah, saat kuliah tuntutan dan tekanan akan meningkat, sehingga gejala ADHD akan semakin sulit dikendalikan. Oleh karena itu, penelitian membuktikan sekitar 4 sampai 5 persen mahasiswa diperkirakan mengalami gangguan belajar.

Itudia Gangguan Mental Yang Rentan Dialami Oleh Mahasiswa. Berbagai penyakit mental ini perlu segera ditangani di awal kemunculannya. Pasalnya, keparahan kondisi tak hanya akan mengganggu prestasi akademik tetapi juga berakibat buruk pada kesehatan mental secara berkepanjangan.

Baca Juga : Komplikasi Paling Umum Yang Terjadi Setelah Operasi Plastik

| Gangguan Mental Yang Rentan Dialami Oleh Mahasiswa |