Komplikasi Paling Umum Yang Terjadi Setelah Operasi Plastik

Demi memiliki penampilan yang lebih menarik, orang rela menjalani operasi plastik. Namun jika anda berpikir untuk operasi plastik, pertimbangkan dulu manfaat dan risikonya. Seperti kebanyakan operasi, komplikasi operasi plastik lebih sering terjadi pada orang-orang tertentu. Inilah Komplikasi Paling Umum Yang Terjadi Setelah Operasi Plastik.

Komplikasi Paling Umum Yang Terjadi Setelah Operasi Plastik

Komplikasi Paling Umum Yang Terjadi Setelah Operasi Plastik | Penmapilan selau menjadi hal yang diutamakan oleh sebagian besar orang. Banyak orang berlomba-lomba merogoh kocek mereka dalam-dalam, demi meraih penampilan menarik seperti yang mereka impikan. Mulai dari membeli makeup, melakukan perawatan tubuh, hingga menjalani operasi plastik. Meski hasil setelah operasi plastik biasanya menyulap tampilan seseorang menjadi lebih menarik, namun sebelumnya mereka juga bisa mengalami beberapa komplikasi pascaoperasi plastik. Seperti apa komplikasi setelah operasi plastik? Berikut diantaranya :

  • Hematoma

Hematoma adalah kantong darah yang menyerupai memar dalam berukuran besar. Kondisi ini bisa terjadi pada 1%-6% usai operasi payudara dan ini umum juga terjadi sebagai akibat komplikasi sesudah bedah kecantikan. Hematoma bisa menjadi risiko untuk hampir semua operasi, dan pengobatannya terkadang termasuk operasi tambahan menguras darah.

  • Kerusakan Saraf

Kemungkinan dari kerusakan saraf ada banyak tipe yang berbeda pada setiap prosedur operasi. Matirasa dan kesemutan adalah gejala umum sesudah operasi plastik dan bisa menjadi tanda kerusakan saraf. Banyak wanita yang mengalami perubahan dalam hal sensitivitas menyusul operasi pembesaran payudara dan 15% secara permanen kehilangan sensitivitas puting.

  • Infeksi

Meskipun pascaoperasi ada perawatan untuk meminimalkan infeksi, itu termasuk satu dari banyak komplikasi operasi plastik. Dalam operasi payudara, dalam jangka pendek, ada Cellulitis atau infeksi kulit pada 2%-4% orang. Pada beberapa kasus, infeksi dapat terjadi internal yang membutuhkan antibiotik IV.

  • Gumpalan Darah dan Emboli Paru-paru

Pasca operasi ada potensi komplikasi bernama Deep Vein Thrombosis (DVT). Ini adalah kondisi dimana darah menggumpal, biasanya di bagian kaki. Ketika gumpalan darah pecah dan perjalanan ke paru-paru, itu dikenal sebagai emboli paru-paru. Meskipun relatif jarang, komplikasi ini bisa berakibat fatal.

  • Bekas Luka

Operasi plastik umumnya menghasilkan bekas luka. Sejak operasi kecantikan berupaya meningkatkan tampilan, bekas luka menjadi agak meresahkan. Jaringan parut hipertrofik, misalnya, adalah bekas luka yang merah dan tebal yang abnormal yang terjadi setelah 2%-5% dari prosedur operasi pembesaran payudara.

  • Tampilan Tak Memuaskan

Meskipun banyak orang puas dengan hasil pasca operasi plastik, kekecewaan pada hasil juga masih menjadi hasil yang memungkinkan. Orang yang melakukan operasi payudara mungkin bisa mengalami masalah kontur badan yang asimetri. Sementara, mereka yang menjalani operasi wajah bisa tidak menyukai hasilnya.

  • Kerusakan Organ

Liposuction bisa traumatis untuk organ internal. Perforasi viseral dapat terjadi ketika alat bedah bersentuhan dengan organ internal. Memperbaiki luka ini membutuhkan operasi tambahan. Hasil operasi juga bisa saja fatal. (Obat Penyubur Kandungan)

  • Komplikasi Anesthesia

Anesthesia adalah praktik yang sesuai izin pasien untuk membiusnya. Secara umum, anesthesi dimana membuatmu merasa tidak sadar bisa berujung pada komplikasi. Beberapa di antaranya meliputi; infeksi paru-paru, stroke, serangan jantung, dan kematian. Banyak resiko anesthesia misalnya terbangun dengan panik, dan hilang orientasi. Resiko terkecil dari anesthesi adalah antusiasme, dan terbangun di tengah proses operasi.

  • Seroma

Seroma adalah suatu kondisi yang terjadi ketika serum dari darah Anda menggumpal di bawah permukaan kulit, mengakibatkan pembengkakan dan rasa sakit. Terlihat seperti lepuh besar. Ini dapat terjadi setelah operasi, dan merupakan komplikasi paling umum dari pengencangan perut. Seroma bisa terinfeksi, maka mereka sering dikeringkan dengan jarum, secara efektif mengeluarkannya, meskipun ada kemungkinan kambuh kembali.

  • Kekurangan Darah

Dalam operasi, beberapa kehilangan darah umum dialami. Namun, kehilangan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dengan potensi mematikan. Kehilangan darah dapat terjadi saat berada di meja operasi, tetapi juga secara internal, setelah operasi.

Baca Juga : Punya Kebiasaan Menimbun Barang Bekas Pertanda Gangguan Jiwa

| Komplikasi Paling Umum Yang Terjadi Setelah Operasi Plastik |