Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia

Pada lansia biasanya akan mulai muncul berbagai penyakit, termasuk masalah gigi dan mulut. Lalu apa saja penyakit pada gigi dan mulut yang menyerang lansia? Mari Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia dengan menyimak informasi dibawah ini.

Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia

Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia | Usia lanjut atau kerap yang disebut pada lansia kerap kali dianggap oleh banyak orang sebagai masa dimana tubuh manusia menjadi lebih rentan terkena banyak penyakit. Banyak orang yang berusaha sekuat tenaga untuk menjaga kesehatannya sehingga tidak akan mudah terkena penyakit berbahaya di usia lanjut. Banyak penyakit yang kerap diidentikkan dengan usia lanjut layaknya masalah jantung, tulang atau bahkan masalah saraf. Disamping tiga masalah kesehatan yang berbahaya tersebut, manusia lanjut usia juga memiliki risiko mendapatkan masalah pada kesehatan mulutnya. Berikut berbagai jenis masalah kesehatan mulut lansia :

  • Karies gigi

Merupakan masalah gigi yang paling umum dijumpai pada lansia. Faktor-faktor penyebabnya antara lain meningkatnya kebutuhan akan perawatan dan pemeliharaan kesehatan gigi, perubahan air ludah akibat faktor penuaan, pola makan yang tidak seimbang, terbukanya sebagian akar gigi akibat penurunan gusi dan juga akibat pemakaian obat-obatan yang menyebabkan mulut menjadi kering.

Perawatan karies gigi pada lansia dulu lebih banyak diatasi dengan pencabutan gigi dibanding dengan merawatnya. Akibatnya, lansia banyak mengalami kehilangan gigi di masa tuanya.

Sebenarnya prosedur yang paling baik dalam mengatasi masalah karies gigi pada lansia adalah dengan menghilangkan jaringan gigi yang terkena karies gigi. Selain itu juga menitikberatkan pada pemberian mineral fluoride pada gigi.

Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas hidup para pasien lansia dalam menjaga gigi asli mereka. Di samping itu juga untuk menghindari pemakaian gigi palsu, baik dengan jenis lepasan atau permanen, yang dalam bahasa medis disebut cekat.

  • Kehilangan gigi geligi

Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering muncul pada usia lansia umumnya adalah kehilangan gigi. Banyak wanita dan pria dengan usia lanjut terpaksa memakai gigi palsu, karena kehilangan gigi geligi mereka, baik yang hilang sebagian maupun seluruhnya.

Kehilangan gigi geligi sebaiknya segera diganti dengan gigi tiruan. Bila tidak, dapat berpengaruh terhadap fungsi pengunyahan dan estetik. Lambung pun akan mengalami kesulitan untuk mencerna makanan, sehingga lansia kurang mendapatkan nutrisi yang baik.

Penderita yang mengalami kehilangan gigi seluruhnya sudah pasti memakai gigi tiruan jenis lepasan. Bahan yang digunakan umumnya adalah akrilik. Sayangnya, pemakaian gigi palsu sering menimbulkan keluhan sariawan atau luka pada jaringan lunak.

Oleh karena itu, penting untuk para lansia selalu membersihkan gigi palsu dan melakukan kontrol secara rutin. Dengan demikian, masalah-masalah kesehatan lainnya dapat dihindari.

Pembuatan gigi palsu harus dilakukan oleh dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis prosthodonti. Meski dianggap lebih murah, namun hindari membuat gigi palsu di tukang gigi karena bahan yang digunakan tidak sama dengan yang digunakan oleh dokter gigi. Selain itu, alat-alat yang digunakan pun umumnya tidak higienis.

  • Periodontal (kerusakan gusi dan alveolar)

Penyakit pada jaringan penyangga gigi juga sering diderita oleh lansia. Penyakit ini disebut juga penyakit periodontal, di mana terjadi kerusakan pada jaringan lunak atau (gusi) dan jaringan pendukung gigi (tulang alveolar). Kerusakan ini disebabkan oleh penumpukan plak dan karang gigi. Akibatnya gusi mengalami peradangan, bengkak, dan berdarah –terutama saat menggosok gigi.

Selain itu, jaringan penyangga gigi juga bisa mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan gigi mudah tanggal. Jika tidak segera mendapatkan perawatan, penyakit ini dapat mengganggu fungsi kesehatan tubuh lainnya. (Obat Pengapuran Tulang)

  • Mulut kering (xerostomia)

Tak sedikit kaum lansia yang mengalami masalah pada berbagai organ tubuhnya. Kondisi ini membuat lansia harus mengonsumsi obat-obatan. Masalanya, beberapa obat-obat penyakit sistemik dapat mempengaruhi fungsi saliva. Kelenjar saliva ini berfungsi utama untuk memproduksi saliva yang berperan dalam mempertahankan kesehatan mulut. Pada lansia, kelenjar ini mengalami penurunan fungsi.

Hal tersebut membuat kemampuan saliva dalam membersihkan sisa-sisa makanan yang masuk ke dalam mulut menjadi berkurang. Akibatnya mulut menjadi kering atau dalam istilah medis disebut xerostomia.

Pencegahan terhadap gangguan ini harus segera dilakukan agar tidak memicu kehadiran penyakit lain. Beberapa penyakit yang terkait dengan kondisi ini antara lain munculnya karies, rusaknya jaringan pendukung gigi, dan juga bau mulut.

  • Kanker mulut

Merupakan jenis kanker terbanyak ke-8 di seluruh dunia, meliputi bibir, rongga mulut, dan nasofaring. Kanker mulut juga merupakan ancaman bagi orang dewasa dan lansia di negara maju maupun negara miskin. Angka kejadiannya lebih banyak terjadi pada kaum pria, dan kemungkinannya bisa meningkat dengan bertambahnya usia. Kanker mulut biasanya muncul pada usia sekitar 65 tahun.

Baca Juga : Tips Mencegah Sesak Napas Dan Asma Saat Olahraga

| Mengenal Masalah Gigi Dan Mulut Yang Menyerang Lansia |