Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah

Sakit perut biasanya selalu menjadi indikasi bahwa sistem pencernaan sedang dalam masalah. Padahal bukan hanya itu, Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah.

Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah

Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah | Sering sakit-sakitan? Kulit gatal, atau mood tidak stabil? Walau pun banyak yang bisa jadi penyebabnya, tetapi ketidakseimbangan flora di usus bisa jadi pemicunya.

Saluran cerna kita merupakan rumah bagi lebih dari 100 triliun bakteri. Meski sebagian besar dari bakteri itu membuat tubuh sehat, tetapi sisanya bersifat toksik. Karena itu jika jumlah bakteri yang toksik itu lebih banyak, berbagai gangguan kesehatan pun muncul. Berikut ini adalah beberapa gejala gangguan pencernaan yang tidak melulu diakibatkan sakit perut:

  • Cegukan

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, cegukan sering dipercaya sebagai tanda seorang anak akan bertambah tinggi dan besar. Ada pula yang meyakini bahwa cegukan merupakan tanda bahwa diri Anda sedang dirindukan seseorang. Hal-hal tersebut tidak tepat.

Pada sebagian besar kasus, cegukan merupakan hal yang wajar terjadi akibat adanya rangsangan saraf di bawah paru. Namun, bila cegukan berlangsung selama lebih dari satu jam atau cegukan sangat sering berulang, maka ini saatnya Anda harus waspada karena bisa jadi pencernaan Anda bermasalah.

Gangguan pencernaan yang sering ditandai dengan cegukan berkepanjangan adalah penyakit refluks gastroesofageal (PRGE), yaitu penyakit yang ditandai oleh kelemahan otot di kerongkongan bagian bawah, sehingga menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan mulut. Selain PRGE, cegukan yang sulit berhenti juga bisa jadi pertanda kanker saluran pencernaan.

  • Sembelit

Keluhan sembelit ditandai dengan jarangnya buang air besar dan konsistensi feses yang sangat keras. Penyebab tersering dari sembelit adalah karena gaya hidup seperti kurangnya konsumsi serat, kurang minum air putih, atau bisa juga karena terlalu banyak duduk. Meski demikian, sembelit juga bisa menjadi tanda adanya penyakit sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS).

IBS merupakan gangguan pencernaan yang dicetuskan oleh stres. Penderitanya sering mengalami sembelit dan sakit secara berulang. Umumnya, setelah penderitanya berhasil buang air besar, sakit perutnya perlahan akan menghilang.

Jika sembelit terjadi pada orang tua, kemungkinan adanya kanker usus besar juga perlu dipertimbangkan. Apalagi jika sembelit disertai gejala penurunan berat badan, dan bentuk feses kecil-kecil dan keras seperti kotoran kambing.

Jika sembelit terjadi pada bayi, kemungkinan adanya penyakit hirschsprung, yaitu penyakit bawaan yang ditandai dengan gangguan saraf di usus. (Obat Gangguan Pendengaran)

  • Sering kentut

Kentut merupakan proses normal di dalam saluran pencernaan sebagai mekanisme tubuh dalam mengeluarkan udara yang terlalu banyak di saluran pencernaan. Namun, jika frekuensi kentut terlalu sering, atau disertai dengan bau yang sangat tidak sedap, hal ini bisa merupakan tanda infeksi saluran pencernaan.

Infeksi saluran cerna tersebut bisa disebabkan oleh bakteri atau parasit. Selain itu, jika kentut terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu, kentut dapat merupakan pertanda intoleransi makanan tertentu (ada zat dalam makanan tersebut yang tidak mampu dicerna tubuh).

  • Feses berwarna hitam

Jangan anggap sepele jika saat Anda buang air besar, feses yang keluar berwarna hitam dengan konsistensi lembek atau encer. Kondisi ini menandakan bahwa ada perdarahan pada saluran pencernaan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, dan penanganan tenaga medis di rumah sakit.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna. Satu hal yang tersering adalah adanya luka di lambung, pecahnya pembuluh darah di kerongkongan akibat penyakit hati, atau tumor di saluran pencernaan.

  • Mata kuning

Mata kuning menandakan terlalu banyaknya bilirubin (pigmen air empedu berwarna kuning kemerahan yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah oleh hati) di dalam darah. Bilirubin merupakan zat yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah, kemudian menjalani proses di hati dan saluran empedu. Bilirubin tersebut nantinya akan dialirkan ke usus dan dibuang bersama feses. Adanya mata kuning menunjukkan proses metabolisme bilirubin tidak berjalan baik. Penyebabnya bisa karena gangguan pada hati atau saluran empedu, yang merupakan bagian dari saluran pencernaan.

Baca Juga : Penderita Diabetes Disarankan Selalu Memakai Alas Kaki

| Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Sedang Bermasalah |