Tes Kesehatan Untuk Mendeteksi Kelainan Pada Jantung

Saat seseorang berusia 30 tahun ke atas dianjurkan untuk memeriksakan kesehatan jantungnya. Nah tes pemeriksaan jantung ada banyak macamnya. Cari tahu apa saja Tes Kesehatan Untuk Mendeteksi Kelainan Pada Jantung

Tes Kesehatan Untuk Mendeteksi Kelainan Pada Jantung

Tes Kesehatan Untuk Mendeteksi Kelainan Pada Jantung | Serangan jantung merupakan penyakit yang sering datang mendadak. Padahal, perjalanan penyakit jantung biasanya berlangsung lama sebelum muncul gejala.

Gaya hidup yang kurang sehat, seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, dan riwayat keluarga adalah faktor risiko yang dapat memicu penyakit jantung.

Untuk mendeteksi dini penyakit jantung, ketahui apa saja tes kesehatan yang tersedia dan memberikan hasil yang akurat. Dengan mengetahui ada tidaknya gangguan pada jantung, kita bisa melakukan perubahan gaya hidup dan juga pengobatan yang diperlukan.

Tes Untuk Deteksi Penyakit Jantung

  • ELEKTROKARDIOGRAM (EKG)

Ini termasuk dalam pemeriksaan standar untuk mengukur aktivitas elektrik otot jantung. Pemeriksaan EKG berlangsung cepat dan tidak menimbulkan sakit. Para ahli menganggap EKG adalah cara efektif untuk menilai kondisi jantung.

EKG adalah pemeriksaan dasar untuk pasien atau seseorang yang menunjukan gejala penyakit jantung. Orang yang punya faktor risiko pnyakit jantung perlu melakukan tes ini paling tidak setahun sekali“, kata Andrew M. Freeman, direktur pencegahan penyakit kardiovaskular di American College of Cardiology’s.

  • PEMIDAIAN KALSIUM

Bila dokter mencurigai anda menderita penyakit jantung, biasanya ia akan meminta pemeriksaan lanjutan dengan pemindaian kalsium.

Pemindaian CT dengan radiasi rendah ini bisa mengungkapkan jumlah kalsium yang terbentuk di pembuluh darah sehingga bisa dinilai seberapa parah penyempitannya.

Secara umum, kadar kalsium yang rendah berarti kondisi kesehatan yang baik. Orang dengan kolestrol tinggi, tekanan darah, atau riwayat keluarga sakit jantung, perlu melakukan pemeriksaan ini.” Kata Freeman.

  • TREADMILL TEST Saat MEDICAL CHEK-UP

Melalui treadmill test bisa dideteksi dini apakah seseorang mengidap jantung koroner. Tingkat keberhasilan treadmill test untuk mendeteksi penyakit jantung, bisa mencapai 78 persen.

  • ECHOCARDIOGRAM / USG Jantung

Echocardiogram merupakan alat perekam irama jantung. Cara kerjanya mirip dengan USG. Gunanya adalah untuk mengetahui apakah ruang-ruang jantung berada dalam kondisi normal, demikian pula dengan katup jantung, lubang antar ruang jantung kiri dan kanan, serta ketebalan otot jantung.

Tes ini dapat membantu dokter mendiagnosa kondisi seperti gagal jantung dan fibrilasi atrium, namun belum terbukti dapat membantu orang tanpa gejala. Scan USG umumnya aman, tetapi dapat memicu alarm palsu dan dapat menyebabkan pertimbangan dilakukannya tes yang lebih invasif dan perawatan kemudian.

Anda perlu melakukan tes ini bila mengalami nyeri dada atau lengan atas yang tidak diketahui penyebabnya, murmur jantung, serangan jantung, kelainan jantung, atau riwayat penyakit jantung.

  • Tes CRP

Salah satu jenis tes darah untuk mendeteksi kelainan jantung adalah protein c-reaktif (CRP). Kadar CRP akan meningkat seiring dengan adanya peradangan di tubuh.

Walau peradangan tidak secara langsung menyebabkan penyakit jantung, tetapi tes CRP bisa mengindikasikan apakah seseorang perlu mengkonsumsi obat pencegahan sakit jantung.

  • Tes Darah NT-proBNP

BNP atau brain natriuretic peptide adalah hormon yang dilepaskan otak dan jantung untuk merespon stres jantung dan pembuluh darah. Tes darah untuk mengukur BNP disebut dengan tes NT-proBNP.

Kadar BNP yang tinggi adalah peringatan berbahaya bahwa otot jantung mulai kaku dan tidak rileks seperti seharusnya. Kondisi itu bisa disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik.

  • Tes Sarah Troponin T

Tes darahyang memiliki sensitivitas tinggi dalam mengukur kadar protein adalah troponin T. Zat kimia ini akan dilepaskan saat jantung menghadapi stres berat atau mulai rusak.

Tes troponin pada umumnya hanya bisa melihat jumlah protein jika kadarnya banyak, misalnya aktivitas berat bagi jantung seperti lari maraton atau serangan jantung. Namun pada versi tes yang baru kadar troponin yang rendah pun bisa dideteksi.
Tes darah ini memang belum banyak digunakan karena efektivitasnya masih diuji.

Baca Juga : Mitos Seputar Makanan Yang Sebaiknya Diabaikan

Nah itu dia berbagai jenis Tes Kesehatan Untuk Mendeteksi Kelainan Pada Jantung. Semoga bermanfaat dan kunjungi terus situs ini untuk mendapatkan informasi penting dan menarik lainnya. Kami sebagai distributor qnc jelly gamat tidak hanya memberikan solusi pengobatan berbagai penyakit, tapi kami juga akan memberikan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.

| Tes Kesehatan Untuk Mendeteksi Kelainan Pada Jantung |