Tidur Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kena Demensia

Tidur merupakan aktivitas yag baik untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup. Namun anda harus tetap waspada, karena Tidur Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kena Demensia

Tidur Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kena Demensia

Tidur Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kena Demensia | Tidur yang baik bukan hanya tidur yang nyenyak, tetapi juga harus dengan kuantitas yang cukup. Selama ini orang menganggap bahwa insomnia adalah satu-satunya gangguan tidur. Padahal masih ada gangguan tidur lainnya, salah satunya adalah tidur dengan durasi yang terlalu lama.

Tidak banyak orang yang menyadari bahwa tidur terlalu lama dapat memberikan bahaya bagi tubuh. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tidur malam hari selama sembilan jam atau lebih dapat meningkatkan risiko Alzheimer dan Demenia du kali lebih besar, dibandingkan dengan orang yang tidur kurang dari sembilan jam.

Hasil penelitian tersebut datang dari Boston University of Medicine. Para peneliti menganalisa data dari the Framingham Heart Study, yang melibatkan 5.000 orang berusia antara 30 dan 62 tahun. Partisipan mencatat durasi tidur mereka setiap malam dan mengunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan alzheimer dan demensia. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih lama memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami demensia dalam waktu 10 tahun.

Tidur lama bisa jadi gejala awal demensia, bahkan sebelum Anda jadi mudah lupa

Dr. Rosa Sancho, seorang peneliti penyakit Alzheimer di Inggris, menjelaskan bahwa meskipun perubahan pola tidur merupakan hal yang umum terjadi pada pasien demensia, penelitian ini menambahkan bukti pada penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa perubahan pola tidur, yaitu tidur lama, bisa terlihat jauh terlebih dahulu sebelum gejala mudah lupa mulai muncul.

Gangguan pola tidur bisa muncul akibat penyusutan (atrofi) bagian otak yang berperan untuk mengatur siklus tidur manusia, atau juga dapat terjadi sebagai akibat dari gangguan mood yang umum terjadi pada pasien demensia.

Perubahan durasi lamanya tidur yang disadari sejak awal berguna untuk membantu memprediksi orang yang berisiko mengalami demensia. Semakin cepat pasien didiagnosis menderita demensia, semakin banyak waktu yang dapat digunakan oleh pasien dan keluarga dalam membuat perencanaan untuk masa depan.

Baca Juga : Agar Kesehatan Terjaga, Berapa Jumlah Konsumsi Telur Dalam Sehari? | Serangan Jantung Dapat Terjadi Saat Tidur, Kenali Gejalanya

Tidur Terlalu Lama Tingkatkan Risiko Kena Demensia